Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Duplikasi JK I jadi Solusi Urai Macet

Syahriani Siregar • Rabu, 3 Mei 2023 | 16:02 WIB
EDI KAMTONO
EDI KAMTONO
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono optimis setelah pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I selesai dibangun. Keberadaannya akan mampu mengurai kemacetan yang kini masih terjadi.

“Untuk sementara ini penanganan kemacetan di Kapuas I masih dengan buka tutup jalur. Mudah-mudahan pembangunan duplikasi Kapuas I bisa cepat selesai. Dengan berfungsinya dua jembatan pasti bisa mengurai kemacetan. Seperti duplikasi Jembatan Landak sekarang,” ujar Edi Selasa (2/5).

Setelah itu pemkot juga akan menata Jalan Sultan Hamid. Tapi penataannya nanti secara bertahap. Tidak bisa sekaligus sebab alokasi anggarannya terbatas. Diakui Edi, pertumbuhan kendaraan di Kota Pontianak setiap tahunnya sangat tinggi. Mungkin peningkatannya bisa dua kali lipat.

Alhasil ketika jam-jam sibuk masyarakat. Turut membuat kemacetan dibeberapa titik. Salah satunya Jembatan Kapuas I. Kata dia saat ini pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I sudah mencapai lima puluh persen. Pihak pemenang tender malah akan mempercepat pengerjaannya. Ia berharap, akhir tahun bisa selesai. Tetapi di dalam kontrak pengerjaan. Megaproyek ini akan habis di bulan Maret 2024. Namun jika bisa selesai dari waktu kontrak, akan lebih baik.

Selain dengan pengerjaan Duplikasi Kapuas I. Sebenarnya pemkot sudah melakukan beberapa upaya dalam memperkecil jumlah kendaraan beroperasi di kota ini. Seperti transportasi umum, yaitu bus yang dikelola oleh Dishub Pontianak.

Namun pandangannya, untuk transportasi umum belum terlalu menarik bagi masyarakat Kota Pontianak. Sekarang malah masyarakat masih suka menggunakan kendaraan pribadi (motor) untuk pergi dari satu tempat ke tempat tujuannya.

Tetapi dalam mensosialisasikan kendaraan umum, utamanya bus milik Pemkot Pontianak terus dilakukan pada masyarakat. Sebenarnya jika penggunaan transportasi umum bisa hidup kembali. Sedikit banyak juga bisa menekan angka jumlah pengguna kendaraan di jalanan.

Sebagai contoh seperti oplet, dalam satu kali jalan jika angkutannya penuh mungkin bisa mengangkut dua belas orang dibagian belakang. Satu penumpang lagi di depan samping sopir. Artinya mereka bisa mengurangi tiga belas kendaraan bermotor.

Jika pengguna transportasi umum bisa kembali lagi. Berapa banyak volume kendaraan bisa ditekan. Pastinya akan mengurangi kemacetan di kota yang terus maju ini. (iza) Editor : Syahriani Siregar
#JK i #macet #duplikasi #solusi #Kapuas I