PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, perkembangan pembangunan Jembatan Duplikasi Kapuas I kemungkinan sudah di atas 75 persen. Diapun semakin optimis jika target di Desember ini jembatan sudah bisa terselesaikan.
“Kemarin saya lihat perkembangan pembangunan jembatan sudah mencapai 72 persen. Sekarang mungkin pengerjaannya sudah di atas 75 persen. Saya lihat pemasangan rangka baja dan pondasi tiang utama sudah tertancap. Tinggal pengeceron lantai saja,” kata Edi, Rabu (30/8).
Melihat perkembangan pengerjaan duplikasi Jembatan Kapuas I terus berjalan, iapun optimis jika Desember mendatang jembatannya bisa selesai dikerjakan. Apalagi sejauh ini, pantauannya dalam pengerjaan tidak terdapat temuan kendala.
Setelah jembatan tersebut jadi, pastinya akan dilakukan uji beban terlebih dahulu. Setelah semua tahapan uji selesai, dan didapatkan hasil, barulah jembatan tersebut bisa digunakan untuk umum.
Ia berharap, di tahun depan duplikasi Jembatan Kapuas I ini sudah bisa digunakan. Sehingga kemacetan krodit yang terjadi pada jam tertentu disana diharap tak terjadi lagi.
Ia meminta masyarakat Pontianak untuk mendukung pengerjaan jembatan ini. Sebab pembangunan jembatan ini sudah seharusnya ada karena situasi kemacetan di Kota Pontianak kian tahun kian terasa macetnya.
Dalam upaya memperkecil terjadinya kemacetan di kota ini, Pemkot Pontianak sudah melakukan beberapa upaya. Salah satunya dengan membuat beberapa jalan alternatif.
Kata Edi, jalan alternatif tersebut bisa digunakan pengendara baik kendaraan roda dua dan roda empat ketika akan menuju ke suatu tempat. Seperti di Jalan Reformasi, Jalan Purnama Dua, Jalan Harapan Jaya, Jalan Ampera hingga ke Jalan Karet,
Jalan tersebut bisa menjadi jalan alternatif bagi pengendara saat ini. Dengan begitu alur lalu lintas bisa terpecah. Selain dengan pengerjaan jlaan baru, pihaknya juga memiliki Bus Rapid Transit yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berpergian ke satu tempat.
Bus ini sendiri beroperasi di enam kecamatan, mulai dari pukul enam pagi hingga sore. Untuk harganya anak sekolah Rp2.000 dan masyarakat umum Rp5.000. Saat ini penumpang BRT masih didominasi oleh para pelajar, dengan penumpang terbanyak di Kecamatan Pontianak Barat.
Edi juga terus memperbaiki infrastruktur. Seperti trotoar humanis, yang dilengkapi dengan jalur sepeda dan pejalan kaki. Dengan baiknya infrastruktur itu, dapat membuat masyarakat memiliki banyak pilihan.(iza)
Editor : Syahriani Siregar