Berbeda dari biasanya, peringatan Hari Kartini tahun ini terasa begitu meriah, dengan dihadiri ribuan peserta perempuan yang mengenakan kebaya.
Semua perangkat daerah di lingkungan Pemprov, Bank Indonesia (BI), Bank Kalbar dan instansi lainnya turut unjuk kebolehan dalam berbagai event yang diperlombakan.
Mulai dari lomba parade kebaya, lomba yel-yel, lomba memasak masakan khas Kalbar, hingga lomba suporter, semuanya berlangsung semarak.
Selain itu yang spesial kali ini, turut hadir 100 perempuan hebat para pejuang keluarga yang diundang langsung oleh Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalbar Windy Prihastari, untuk bersama-sama merayakan hari kartini.
Seperti kuli bangunan perempuan, pembantu rumah tangga perempuan, ojek online perempuan, tukang kebersihan perempuan, petani perempuan, nelayan perempuan, buruh perempuan, dan lainnya.
Adapun kegiatan tersebut digelar dalam rangka menghormati, dan mengenang jasa-jasa pahlawan nasional R.A. Kartini.
Yakni sosok wanita yang telah memperjuangkan emansipasi demi memajukan kualitas perempuan Indonesia.
Sesuai dengan tema yang diangkat pada peringatan Hari Kartini Tahun 2024 ini yaitu, dengan semangat perubahan R.A. Kartini, perempuan Kalbar turut serta mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.
Hal tersebut juga sejalan dengan upaya Pemprov Kalbar, berkolaborasi bersama TP-PKK, dan organisasi wanita lainnya dalam mewujudkan generasi emas 2045.
Baik menyiapkan dalam aspek moral, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup.
"Atas nama Pemprov saya mengapresiasi, baik di lingkup Pemprov, termasuk Bank Kalbar, dan BI, yang telah memeriahkan kegiatan ini. Sebagaimana yang kita ketahui bersama R. A. Kartini adalah sosok yang mandiri, dan salah satu pahlawan yang getol dalam memperjuangkan harkat , dan martabat wanita Indonesia,” ungkap Pj Gubernur Harisson.
Terkait dengan isu nasional yang tengah menjadi sorotan saat ini, Harisson turut mengajak wanita di Kalbar, untuk ikut mensukseskan program-program yang dijalankan oleh pemerintah.
Yang salah satunya adalah bagaimana semua pihak bisa menyiapkan generasi emas di tahun 2045 mendatang.
"Peran ibu-ibu ini penting sekali untuk membimbing anak-anak kita. Tak lupa untuk lebih peka, dan peduli terhadap orang di sekitar, termasuk tetangga yang kehidupannya tidak begitu baik. Kita harus membantu mereka agar generasi kita semua sehat cerdas, dan unggul,” pesannya.
Selain itu, orang nomor satu di Kalbar itu juga mengingatkan para ibu, untuk membentengi anak-anak dari hal-hal yang dapat merusak masa depan.
Seperti misalnya bahaya narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya atau yang sering disebut Napza.
“Penting bagi kita menyiapkan ketahanan keluarga. Termasuk membentengi keluarga kita dari ancaman Napza. Ini membuat kita khawatir, dan bersama harus menjaga ketahanan keluarga. Memperhatikan dan memastikan anak-anak terhindar dari barang haram yang dapat merusak masa depan tersebut,” tegasnya.
Harisson juga berharap, langkah-langkah tersebut dapat dilakukan oleh semua pihak dengan serius.
Apalagi momentum Indonesia emas 20245 hanya akan diperoleh satu kali saja.
“Ibu-ibu ini sebagai ujung tombak generasi Indonesia emas tahun 20245. Itu hanya berlangsung sekali, itu akan menjadi lompatan kita untuk maju, kalau kita gagal, siap-siap kita hanya akan menjadi penonton. Ini juga sejalan dengan apa yang diharapkan oleh R.A Kartini,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Pj Ketua TP-PKK Kalbar Windy Prihastari menerangkan bahwa, tema yang diambil dalam peringatan Hari Kartini tahun ini merupakan motivasi bagi perempuan Kalbar.
Yakni untuk turut berkontribusi dalam mensukseskan program Indonesia emas 2045.
“Kami harap perempuan Kalbar, turut mensukseskan program Indonesia emas, termasuk stunting, kemiskinan ekstrem, dan inflasi. Kami juga mengapresiasi banyak tokoh-tokoh perempuan Kalbar, yang memiliki andil dalam pembangunan di Kalbar,” katanya.
Tak hanya itu, Windy juga berharap, agar wanita Kalbar terus konsisten, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan.
Walaupun dimulai dari hal-hal yang kecil, termasuk juga bagi para Gen Z saat ini.
“Semoga tetap konsisten, dan terus termotivasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Kebaikan itu dimulai dari hal kecil, dan merupakan sumbangsih dalam pembangunan Kalbar,” ucapnya.
Ia juga mendorong agar ibu-ibu yang memiliki baduta untuk menghindari stunting pada anak-anak.
Dimana TP-PKK Kalbar, lanjut dia, juga akan terus melakukan pendampingan.
Seperti yang telah diikuti oleh 35 perangkat daerah di lingkungan Pemprov melalui program Serbu Posyandu, dan juga Gerakan Orang Tua Asuh (Gota).
“Generasi kita harus menjadi sosok yang berkualitas, dan untuk gen Z, mari bersama terus menambah ilmu pengetahuan, dan lebih peka dalam membangun Kalbar. Caranya dengan serius berkiprah di bidang-bidang yang digeluti. Hal ini karena gen Z sangat cepat menyesuaikan,berinovasi melalui media sosial, dan platform digital lainnya untuk menstimulasi masyarakat dalam pembangunan di Kalbar,” tutupnya.
Adapun para pemenang dari kegiatan yang dilombakan tersebut, antara lain.
Untuk lomba Parade Kebaya, juara 1 dimenangkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, juara 2 oleh RSUDdr. Soedarso, dan juara 3 oleh Inspektorat.
Kemudian juga ada juara harapan 1 oleh Dinas Koperasi dan UKM, juara harapan 2 oleh Bank Kalbar, dan juara harapan 3 oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.
Sementara untuk lomba yel-yel, juara 1 dimenangkan oleh BI Perwakilan Kalbar, juara 2 oleh Biro Pemerintahan, dan juara 3 oleh DPMPTSP.
Kemudian untuk lomba suporter, juara 1 oleh Dinas PUPR, juara 2 oleh Inspektorat, dan juara 3 oleh Dinas Perkim.
Sedangkan untuk lomba masak, juara 1 dimenangkan oleh RSUD dr. Soedarso, juara 2 oleh Dinas PUPR, dan juara 3 oleh Inspektorat.
Untuk lomba masak juga ada juara harapan, dimana harapan 1 dimenangkan oleh Biro Hukum, harapan 2 oleh BKD, dan harapan 3 oleh BPSDM. (bar/r)
Editor : Syahriani Siregar