PADANG - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Untan mengirimkan lima dosen, dan lima mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, untuk mengikut International Conference Doctoral Colloquium (ICDC) di FEB, Universitas Andalas (Unand) Padang, Kamis (26/9).
Mengusung tema, Managing Sustainable Business and Resilience Strategies in the Digital Era, ICDC tersebut dihadiri oleh akademisi, serta praktisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan luar negeri.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB, Untan, Maria Christiana Kalis mengungkapkan, ICDC sendiri merupakan acara tahunan yang diadakan Aliansi Program Doktor Manajemen Indonesia (APDMI). Dimana untuk tahun ini, FEB, Unand Padang yang menjadi tuan rumahnya.
“Kami FEB, Untan sendiri juga memiliki Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, yang artinya juga merupakan anggota dari APDMI,” jelasnya.
Tujuan dari ICDC menurutnya adalah memfasilitasi para mahasiswa yang akan memulai tahapan penulisan disertasi untuk program doktor manajemen yang sedang dijalani. Untuk pelaksanaan ICDC di Unand Padang sendiri, pihaknya mengirimkan lima dosen, dan lima mahasiswa yang telah memulai tahapan disertasi berupa kolokium.
Lima dosen tersebut lanjut dia, bertugas sebagai reviewer atau tim penilai untuk karya tulis ilmiah berupa paper, makalah, atau artikel yang dibawakan oleh mahasiswa.
“Kolokium kan bagian dari tahapan penulisan disertasi, jadi memang di dalam peraturan, dan pedoman, kami selalu mengarahkan kepada mahasiswa untuk mengikuti event yang diselenggarakan oleh APDMI. Dengan keikutsertaan (keanggotaan) di APDMI, FEB, Untan memang wajib mengirimkan mahasiswa program doktor manajemen mengikuti ICDC setiap tahunnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Windy Prihastari sebagai salah satu peserta utusan Untan mengungkapkan, keikutsertaannya dalam kolokium tersebut, adalah untuk memulai tahapan disertasi. Seperti diketahui Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) itu, saat ini tengah menempuh Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (S3) di FEB, Untan.
Dengan mengikuti ICDC, Windy mengatakan dirinya dapat menambah wawasan, dan pengalaman yang lebih luas lagi. “Kalau di Pontianak (Untan) kami kan hanya diuji oleh dosen internal, sementara dengan mengikuti ICDC ini, kami diuji oleh dosen-dosen dari luar, sehingga bisa mendapatkan wawasan yang lebih,” ungkapnya. (bar)
Editor : A'an