PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson membuka Festival Kuliner Malaysia yang digelar di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (Untan), Selasa (3/12).
Kegiatan yang digelar atas kerja sama Konsulat Malaysia di Pontianak, Untan, dan pihak terkait lainnya itu menghadirkan sebanyak 40 jenis juadah atau penganan dari 14 negara bagian di Malaysia.
Festival Kuliner Malaysia tersebut dibuka, ditandai dengan meracik minuman es kacang oleh Pj Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari, dengan disaksikan Pj Gubernur Harisson, Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri beserta istri, dan Rektor Untan Garuda Wiko. Es Kacang merupakan salah satu makanan penutup khas Malaysia yang dibuat dari es serut yang dicampur dengan berbagai topping, termasuk kacang merah. Serta ada campuran berbagai jenis sirup dan juga susu evaporasi.
Mengawali sambutannya, Harisson mengapresiasi delegasi dari Malaysia, khususnya para pelaku kuliner yang turut memeriahkan acara tersebut. Festival kuliner yang diselenggarakan di kampus dinilainya sangat tepat, terutama dapat dikunjungi mahasiswa untuk bisa menilai dan membandingkan rasa dari kuliner yang ada.
Seperti diketahui festival kuliner ini digelar bertujuan untuk memperkenalkan kuliner khas Malaysia kepada masyarakat Kalbar. Untuk itu Harisson berharap ke depan juga ditampilkan masakan atau kuliner khas Indonesia yang mirip atau serupa dengan kuliner khas Malaysia. Sehingga ada pembanding, dari sisi rasa dan lainnya.
“Saya berharap festival ini berlangsung lancar dan sukses serta dapat menjadi agenda tahunan yang semakin meriah dan semarak. Dengan adanya festival ini, masyarakat kita bisa mencicipi kuliner dari Malaysia, dan bisa membandingkan dengan kuliner Indonesia atau Kalbar,” harapnya.
Sementara itu, Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri mengatakan, pihaknya menghadirkan sekitar 40 jenis juadah dari Malaysia dalam festival tersebut. Seperti diantaranya ada nasi lemak, laksa Sarawak, roti canai, mi goreng mamak, teh tarik, air batu campur, roti john, dan berbagai makanan lainnya.
“Tidak hanya kuliner saja, tapi kita mengadakan stand pameran pendidikan dari universitas, dan sekolah yang ada di Malaysia, termasuk produk-produk UMKM Malaysia,” ungkapnya.
Menurut Azizul dalam Festival Kuliner Malaysia itu tidak hanya memperkenalkan cita rasa unik Malaysia kepada masyarakat Kalbar, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan kedua negara dari sisi kuliner.
“Melalui pertukaran kuliner, diharapkan saling belajar dan menghargai keberagaman budaya. Semoga festival ini dapat menjadi langkah awal untuk menjalin kerja sama yang lebih erat di masa mendatang,” harapnya. (bar/r)
Editor : A'an