PONTIANAK - Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke Provinsi Kalimantan Barat, Jumat(6/12). Beberapa program infrastruktur menjadi perhatian dan disuarakan untuk masyarakat Kalbar ini. Mulai dari alur sungai di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Duplikasi Jembatan Kapuas 2 Kubu Raya dan Pelebaran Jalan, Memaksimalkan Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah termasuk melihat kondisi banjir menahun di Desa Pancaroba, Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang Kubu Raya.
Syarif Abdullah Alkadrie, anggota Komisi V DPR RI dapil Kalbar 1 menaruh perhatian besar terkait banjir di Sungai Ambawang Kubu Raya dan Jembatan Kapuas 2, Kubu Raya. "Kita (Komisi V) melihat banjir disana. Ternyata aliran Sungai Ambawang mengecil, dampak dari tumbuhan liar yang subur hampir di sepanjang sungai. Sehingga berdampak terhadap jalur keluar masuknya air," ucapnya kepada Pontianak Post seusai melihat lokasi banjir.
Menurut Syarif aliran sungai yang mengecil, pertama-pertama tentunya harus dibersihkan tumbuhan liarnya dengan tujuan aliran airnya menjadi besar. Namun, kalau ternyata sudah dibersihkan, tetapi aliran air tetap saja menggenangi rumah warga dan fasilitas publik tentunya harus dicarikan jalan keluar lain. Seperti dilakukan pengerukan sungai. "Jika sungai dikeruk air tetap tidak kering, maka peninggian badan jalan negara tengah kami pikirkan bersama Kementrian Pekerjaan Umum (PU)," ucapnya.
Selain itu, Ketua DPW NasDem Kalbar ini juga menyikapi persoalan Jembatan Kapuas 2 di Kubu Raya, Dimana pada waktu tertentu, rentan dengan kemacetan kendaraan roda dua dan empat. Komisi V bersama Kementrian PU juga tengah menyikapi pelebaran jalannya. Ke depannya sangat mungkin dibuatkan dua jalur dari arah jembatan hingga ke Tugu Ambawang. "Namun, jika saja tetap macet solusi lainnya adalah pembangunan Jembatan Kapuas 3 dengan koneksitas jalan Tol Pontianak-Kijing (Mempawah)-Singkawang," ucap dia.
Sementara, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan bahwa kunjungan kerja reses Komisi V ke Kalbar yang pertama adalah melibat Pelabuhan Dwikora Pontianak, dimana kondisinya berada di tengah Kota Pontianak dan menjadi keluar masuk barang-barang. Dia menyoroti soal alur sungai kapuas, yang setiap waktu tertentu wajib dilakukan normalisasi. Namun biaya penggerukan yang dikeluarkan ternyata tidak murah.
Padahal alur sungai kapuas ke Pelabuhan Dwikora Pontianak menjadi keluar masuk barang dari luar Kalbar. Tak sedikit, kapal-kapal harus menunggu ketika sungai kapuas airnya pasang, dan tidak dangkal. Dampaknya dari antrinya kapal-kapal, sering terjadi perlambatan keluar masuk barang.
Di satu sisi, Kalbar punya pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah. Pihaknya meminta seluruh stakeholder dari Kemenhub, Kementriaan PU dan pihak lainnya agar Pelabuhan Kijing cepat berfungsi, sebagaimana mestinya. "Kendalanya hari ini adalah ternyata alan masuk ke Pelabuhan Kijing. Itu yang harus dituntaskan," katanya.
Selain itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat menyinggung soal JK 2 di Kubu Raya. Apakah nanti diduplikasi seperti JK 1 atau dibuat jembatan baru dari arah Sungai Ambawang atas menuju Kawasan Sungai Durian, Kubu Raya. "Makanya kita memiliki banyak pertimbangan, tentunya Kementriaan PU paling paham. Atau jalan penghubung antara Jembatan Kapuas II dan Tugu Alianyang yang sekarang 1 jalur dilebarkan menjadi 2 jalur. Kita akan lihat nanti," ucap dia.
Berikutnya soal banjir di Pancaroba, Lingga, Teluk Bakung di Kecamatan Sungai Ambawang. Di sini banjirnya sudah menahun terjadi. Solusinya apakah sungai dikeruk dan langsung turun airnya berarti selesai masalahnya. Namun kalau dikeruk tetapi airnya tidak turun, berarti tidak ada cara lain. Badan jalan harus dinaikan, tetapi tidak merendam rumah penduduk. Kementerian PU pasti tahu teknisnya seperti apa.
Dia menyebutkan bahwa banjir yang terjadi di Sungai Ambawang dan ikut merendam jalan negara sangat mengganggu, alur keluar masuk barang dari Pontianak menuju kabupaten-kabupaten di timur Kalbar.
"Terendam lumpuh sebagian daerah Kalbar. Barang kebutuhan pokok masyarakat yang keluar masuk Pontianak-Timur Kalbar atau sebaliknya ikut terputus. Makanya tujuan kita (Komisi V) kesini supaya banjir di Ambawang, Galang yang memutus alur barang dan jasa bisa diperbaiki," ungkap dia.(den)
Editor : A'an