Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenhub Dicecar Politisi NasDem Soal Status Bandara Supadio, Pontianak

A'an • Senin, 9 Desember 2024 | 14:56 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie meminta Menhub mengkaji kembali status Bandara Supadio Pontianak dan membuka kembali penerbangan internasional ke Malaysia atau Singapura.
Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie meminta Menhub mengkaji kembali status Bandara Supadio Pontianak dan membuka kembali penerbangan internasional ke Malaysia atau Singapura.

PONTIANAK - Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie mempertanyakan perubahan status Bandara Supadio Pontianak dari label internasional menjadi nasional, yang banyak menyorot perhatian warga di Kalimantan Barat. Hal tersebut disuarakannya kepada Kementriaan Perhubungan RI, dalam agenda kegiatan reses Komisi V DPR RI di Qubu Resort Hotel, Kubu Raya belum lama ini.

"Soal status perubahan bandara Supadio Pontianak, dari internasional menjadi lokal (nasional) menjadi pertanyaan masyarakat kepada saya. Hari ini (kemarin) saya sampaikan ke pak Menhub dan pak Dirjen. Tolong perubahan ini jadi pertimbangan juga," ucap Syarif Abdullah Alkadrie kemarin dihadapan Kemenhub.

Menurut dia akses penerbangan yang ada sekarang dari Bandar Udara Supadio Kalimantan Barat bahkan bisa terbang ke Makassar, Semarang, Yogyakarta dan Bali secara langsung. Tetapi ketika Kalbar yang berdekatan dengan akses ke Negeri Jiran Malaysia, dan Singapura tidak bisa terbabng ke luar negeri. Kebijakan pusat ini, membuat warga Kalimantan Barat merasa kecewa. "Saya minta Kemenhub dan Kementriaan lain mengkaji kembali," kata dia.

Sebelumnya Bandara Supadio Pontianak sebelum Covid-19 mendera dunia, Indonesia dan Kalimantan Barat menjadi akses masyarakat dapat terbang ke Kuching, Kuala Lumpur, dan Singapura. Dari Kota Pontianak, warga Kalbar dan luar Kalbar bahkan masyarakat negara tetangga bisa keluar masuk ke Kalbar. Namun ketika proses penerbangan dihentikan dampak pandemic, tetapi penerbangan dihentikan hingga sekarang.

"Hari ini (kemarin), saya kembali meminta pempus merubah kebijakan tersebut khusus untuk warga di Kalbar. Buka lagi penerbangan internasional menuju Kuching, Kuala Lumpur dan Singapura. Tolong suara warga Kalbar ini didengar dan dapat dikaji kembali oleh pempus," pungkas Syarif.(den)

Editor : A'an
#syarif abdullah alkadrie #bandara supadio #kemenhub