Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Antisipasi Temuan Bakteri E-Coli, Dinkes Kota Pontianak Pantau Depot Air Minum

A'an • Selasa, 31 Desember 2024 | 11:06 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak,  Saptiko.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko.

 

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengatakan monitoring kehigienisan depot air minum selalu dilakukan oleh puskesmas setiap enam bulan sekali. Meski belum ditemukan dugaan bakteri e coli, namun dimintanya masyarakat dalam membeli air minum dapat melihat kebersihan dari depot air minum tersebut. 

“Untuk melihat kehigienisan air minum itu mesti melalui laboratorium. Termasuk mengecek apakah ada bakteri e coli nya apa tidak. Di Kota Pontianak monitoring depot air minum dilakukan setiap enam bulan sekali oleh petugas puskesmas,” ujar Saptiko kepada Pontianak Post, Senin (30/12).

Apa yang dilakukan oleh Dinkes Pontianak melalui pengawasan petugas puskesmas  dengan melakukan pengecekan ke depot air minum setiap enam bulan sekali merupakan amanat dari peraturan Menteri Kesehatan nomor 14 tahun 2014.

Saptiko menjelaskan, temuan bakteri  ecoli di depot air minum dalam paparan Kementerian Kesehatan belum lama ini membuat PJ Gubernur Kalbar meminta Pemerintah daerah melakukan pengecekan setiap depot air minum yang ada. Tujuannya memastikan jika depot air minum khususnya di Kota Pontianak terbebas dari bakteri e coli.

Bakteri e coli ini sangat berbahaya jika dikonsumsi terus menerus. Salah satunya bisa menyebabkan diare. Kemudian dengan mengkonsumsi air minum terindikasi bakteri e coli juga bisa menyebabkan anak terlahir stunting.

“Ini yang mesti dihindarkan,”ujarnya. Diapun minta kepada masyarakat dalam membeli air isi ulang untuk melihat betul kebersihan dari depot air minum itu. Mulai dari  kondisi depot, proses pembuatan termasuk pembersihan galon sebelum diisi ulang.

Bila depot tersebut tidak memenuhi standarisasi kebersihan konsumen, sebaiknya jangan lagi dibeli air isi ulang di tempat tersebut. Masyarakat juga bisa melaporkan kejadian ini ke Dinkes sehingga Dinkes dapat melakukan tindak lanjut dengan mengecek kehigienisan air tersebut. “Depot itu juga memiliki sertifikat laik higienis sehat,” ujarnya.

Salah satu pengguna air minum isi ulang, Feri menuturkan, pengawasan depot air minum itu penting sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat khususnya di Pontianak. Jika temuan Kemenkes menyatakan adanya bakteri e coli di depot air minum, harusnya menjadi dasar Pemkot Pontianak untuk menindaklanjutinya di Kota Pontianak.

Sebab dalam pengiriman air minum isi ulang biasa nya menggunakan galon besar yang dibawa truk tangki berisi air. Kemudian dalam distribusi air itu juga menggunakan selang.

“Kita juga tidak tahu kehigienisannya. Biasanya main beli saja. Kalau mau dilakukan pengecekan ini lebih bagus,” ungkapnya.(iza)

Editor : A'an
#e-coli #Dinkes Pontianak