Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Evaluasi KPU Kalbar Usai Pilkada 2024: Kolaborasi Partai Politik dan Masyarakat Sipil Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Demokrasi

A'an • Jumat, 7 Maret 2025 | 10:49 WIB

 

MS Budi.
MS Budi.

PONTIANAK POST - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat mengevaluasi pelaksanaan Pilkada serentak 2024 untuk mengukur tingkat keberhasilan serta mengidentifikasi tantangan yang perlu diselesaikan dalam penyelenggaraan pemilu mendatang.

Ketua KPU Kalbar, MS Budi menyatakan bahwa evaluasi dilakukan secara internal maupun melalui diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk partai politik dan masyarakat sipil.

"Evaluasi ini tidak hanya sekadar menilai keberhasilan teknis, tetapi juga untuk melihat apakah diperlukan perubahan besar guna meningkatkan kualitas demokrasi ke depan," ujar Budi di Pontianak baru-baru ini.

Ia mengungkapkan bahwa secara umum, Pilkada 2024 di Kalbar berlangsung aman dan lancar, serta mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemantau pemilu dari dalam dan luar negeri.

Namun, tetap ada catatan kritis yang disampaikan oleh kelompok masyarakat sipil dan sejumlah politisi terkait pelaksanaan pemilu di ruang publik.

KPU Kalbar secara kelembagaan menyoroti berbagai aspek dalam evaluasi ini, mulai dari tahapan pemilu, hubungan dengan pemangku kepentingan, hingga faktor eksternal yang turut berpengaruh dalam penyelenggaraan pemilu.

"Keberhasilan Pilkada bukan hanya bergantung pada KPU, tetapi juga melibatkan pemerintah, partai politik, pasangan calon, serta masyarakat luas. Partisipasi pemilih, misalnya, menjadi salah satu aspek penting yang harus terus didorong," tambahnya.

Budi juga menyinggung bahwa tingkat partisipasi pemilih di Indonesia secara umum masih masuk dalam kategori demokrasi terbatas menurut penelitian ekonomi. Menurutnya, rendahnya partisipasi lebih berkaitan dengan kultur politik masyarakat, bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu.

"Kami berharap hasil evaluasi ini dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pemilu ke depan, baik dalam mempertahankan regulasi yang ada maupun mempertimbangkan perbaikan untuk sistem politik yang lebih baik," tegasnya.

Baca Juga: Kenapa Gorengan Tidak Baik untuk Berbuka Puasa? Ini Penjelasan dari Ahli

Budi menambahkan, dengan selesainya tahapan resmi Pilkada 2024, KPU Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus melakukan refleksi dan perbaikan, guna memastikan pemilu mendatang dapat berjalan lebih demokratis dan berintegritas. (mse)

Editor : A'an
#Evaluasi Pilkada 2024 #kpu kalbar