Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Anggota DPR Sebut Ada Diskriminasi Rute Penerbangan Internasional di Kalbar

Deny Hamdani • Jumat, 21 Maret 2025 | 11:47 WIB
Ilustrasi Pesawat Terbang
Ilustrasi Pesawat Terbang

Anggota Komisi V DPR mendesak pemerintah kembali membuka rute penerbangan internasional di Kalimantan Barat. Pihaknya menduga terjadi diskriminasi terhadap Kalbar karena Riau masih dapat mengoperasikan penerbangan ke Kualalumpur dan Johor.

DENI HAMDANI, Pontianak

"Kami mendesak kepada Pak Menteri Perhubungan untuk segera membuka kembali rute penerbangan internasional di Kalbar. Ini seperti ada diskriminasi. Di Riau, penerbangan internasional masih berjalan, sementara Kalbar hingga saat ini belum dibuka," ungkap Syarif Abdullah Alkadrie, Anggota Komisi V DPR dalam rapat kerja dengan Kementerian Perhubungan di Gedung DPR RI baru-baru ini.

Menurut Syarif, penerbangan internasional antara Kalbar dan negara tetangga seperti Malaysia (terutama Sarawak dan Kuching) serta Singapura telah berlangsung selama bertahun-tahun, sebelum pandemi Covid-19 mendera.

Namun, setelah pandemi, rute tersebut ditutup dengan alasan bahwa bandara-bandara di Kalbar bukan merupakan bandara pengumpul atau hub utama. Padahal, kebutuhan mobilitas masyarakat lintas negara sangat tinggi, baik untuk keperluan ekonomi, sosial, maupun budaya.

"Keperluan masyarakat antara dua negara ini cukup besar. Ada banyak warga yang melakukan perjalanan dari Indonesia ke Malaysia, begitu juga sebaliknya. Selain itu, kita juga memiliki kerja sama sosial seperti Malindo (Malaysia-Indonesia), yang memperkuat hubungan kedua negara. Jadi, ini bukan hanya soal transportasi, tapi juga soal kepentingan masyarakat," ucapnya.

Syarif mengungkapkan bahwa entah sudah berapa kali Gubernur Kalimantan Barat mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat terkait permohonan pembukaan kembali rute penerbangan internasional.

Ia berharap Kementerian Perhubungan dapat memberikan keleluasaan dan melihat urgensi kebutuhan mobilitas masyarakat Kalbar dengan negara tetangga.

"Minimal, rute ke Kuala Lumpur dan Kuching bisa dibuka kembali. Ini sangat penting bagi masyarakat kita di Kalbar," tambahnya.

Pernyataan Syarif ini mencerminkan aspirasi masyarakat Kalbar yang merasa dirugikan akibat penutupan rute penerbangan internasional.

Pembukaan kembali rute ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat memacu pertumbuhan ekonomi regional di tengah pemulihan pasca-pandemi Covid-19.(*)

Editor : A'an
#bandara #penerbangan #supadio #dpr #menteri perhubungan