Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kalimanto, Legenda Balap Sepeda Kalbar, Tutup Usia; Sering Ajak Honorer Makan Saat Gajian

Mirza Ahmad Muin • Minggu, 23 Maret 2025 | 09:39 WIB
LEGENDA: Sosok Kalimanto Tulus Widodo semasa hidup.
LEGENDA: Sosok Kalimanto Tulus Widodo semasa hidup.

PONTIANAK POST - Dunia olahraga balap sepeda Kalimantan Barat berduka. Legenda pembalap asal Kalbar dan Indonesia, Kalimanto Tulus Widodo tutup usia pada Jumat (21/3) pukul 23.47 WIB akibat serangan jantung. Segenap ucapan doa untuk pembalap sepeda senior itu tersebar, baik melalui pesan WhatsApp maupun berbagai media sosial.

 

Salah satunya dari IG Disporapar Kalbar. Postingan ucapan belasungkawa kepada Kalimanto menjadi kabar duka bagi keluarga besar Disporapar Kalbar dan para pecinta olahraga balap sepeda. Seperti diketahui, Kalimanto telah memberikan sederet prestasi membanggakan bagi balap sepeda Kalbar dan Indonesia.

Kalimanto lahir pada 23 Agustus 1965 di Pontianak. Ia dikenal sebagai pembalap sepeda berbakat yang pernah mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Prestasi paling tinggi almarhum yakni pernah mendapatkan tiga medali emas di Sea Games XX 1991 di Manila, kemudian Runner Up Kejuaraan balap sepeda Asia dan pernah mewakili Indonesia di Olimpiade 1992 Barcelona, Spanyol.

Dian, salah satu karyawan Disporapar Kalbar mengenang almarhum merupakan orang baik. Ia tak bisa lupa dengan kebaikan almarhum. Ketika masih bekerja di Disporapar, saat tanggal muda dia selalu membawa teman-teman tenaga honorer untuk makan bersama di salah satu rumah makan tak jauh dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Saat makan bersama, almarhum kerap menceritakan tentang berbagai hal. Paling sering tentang perkembangan dunia olahraga Kalbar saat ini. Ia tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada para atlet, khususnya olahraga sepeda balap untuk bisa berprestasi hingga level tertinggi. Mendiang juga kerap menceritakan jalan panjang hidupnya hingga bisa menembus prestasi internasional di cabang olahraga balap sepeda.

“Beliau ini orangnya gigih dan pantang menyerah. Bagaimana beliau bisa mendapatkan prestasi terbaik ini dengan tidak mudah, melalui perjuangan dan proses panjang. Ini patut ditiru oleh para generasi muda. Selamat jalan bang, abang banyak memberikan contoh baik pada kami, begitu juga bagi para atlet Kalbar,” tutupnya.

Setelah pensiun sebagai atlet, Kalimanto tetap mengabdikan diri di dunia balap sepeda dengan melatih para pembalap muda di Pontianak. Kontribusinya tak hanya melahirkan atlet-atlet berbakat, tetapi juga membantu mencetak pesepeda kelas dunia, salah satunya Bernard Van Aert.

Kepergian Kalimanto menjadi kehilangan besar bagi komunitas balap sepeda Indonesia. Bernard Van Aert, salah satu atlet yang pernah dibimbingnya, mengungkapkan rasa dukanya melalui akun Instagramnya @bernardvanaert.

"Selamat jalan, the legend Om Kalimanto. Pelatih terbaik yang membina saya sejak awal karier hingga mencapai titik ini. Kalau masa itu tidak ada Om, mungkin saya belum bisa seperti sekarang. Semua jasa dan kebaikan Om akan selalu saya ingat. Beristirahatlah dengan tenang," tulis Bernard.

Ungkapan senada bertebaran di sejumlah media sosial, baik dari para atlet maupun pecinta balap sepeda lainnya.

“Innalillahi wa innaillaihi rojiun…In memoriam Coach Kalimanto Tulus Widodo w/ us... Coach Nur Rochman 'n fam... Rest in love...Selamat jalan abang... legenda balap sepeda Indonesia... Insyaallah husnul khotimah...” demikian postingan isti_w411. (iza/ant)

Editor : A'an
#olimpiade #Disporapar #Balap Sepeda #berduka #sea games