PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2026 dan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak 2025–2029. Kegiatan tersebut digelar di Aula SSA, Kantor Wali Kota Pontianak.
Dalam sambutannya, Norsan menekankan pentingnya pembangunan yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan berbasis kehutanan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa Kota Pontianak sebagai wajah Kalimantan Barat harus memberi perhatian serius terhadap berbagai aspek lingkungan dan infrastruktur.
"Air bersih, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau (RTH), dan hutan kota harus menjadi perhatian serius. Ini bagian dari wajah Kalbar yang harus kita jaga bersama," tegas Norsan.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penanggulangan kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan agar selaras dengan kabupaten-kabupaten di sekitarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh visi dan misi RPJMD yang mengusung konsep "Pontianak Maju, Sejahtera, dan Berwawasan Lingkungan Humanis."
Edi juga menegaskan beberapa proyek prioritas yang akan dikejar dalam lima tahun mendatang. "Kami menargetkan pembangunan Inner Ring Road, pengembangan transportasi publik, serta penyelesaian pembangunan Jembatan Garuda sebagai prioritas utama untuk meningkatkan konektivitas dan pelayanan publik," ujar Edi.
Musrenbang ini diharapkan menjadi momentum penting untuk merumuskan arah pembangunan Kota Pontianak secara partisipatif dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pembangunan daerah dan nasional. (mse)
Editor : Hanif