PONTIANAK POST - Pemaparan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak untuk lima tahun ke depan oleh Wali Kota menuai respons dari legislatif.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, menilai bahwa secara garis besar, program yang disampaikan sejalan dengan visi dan misi dewan. Namun, sorotan tajam dilayangkan terkait implementasi dan target-target ambisius yang dicanangkan.
Dalam keterangannya kepada Pontianak Post pada Jumat (9/5), Bebby Nailufa mengapresiasi konsep RPJMD yang dipaparkan. Kendati demikian, ia mempertanyakan mekanisme konkret yang akan ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk merealisasikan target-target capaian yang signifikan, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi.
"Secara keseluruhan paparan RPJMD Wali Kota sudah cukup baik secara konsep. Namun ada beberapa hal terkait target-target capaian yang disampaikan Pak Wali seperti peningkatan IPM dan pertumbuhan ekonomi ini seperti apa mereka akan merealisasikan targetnya. Ini yang harus dipaparkan," ujar Bebby dengan nada menekankan.
Lebih lanjut, Bebby menyoroti proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disampaikan Wali Kota. Dalam RPJMD tersebut, Pemkot menargetkan APBD sebesar Rp 2,2 triliun pada tahun 2026, dengan proyeksi peningkatan pada tahun-tahun berikutnya.
Menurut Bebby, optimisme Wali Kota terkait peningkatan APBD patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa optimisme tersebut harus didukung oleh strategi dan langkah-langkah operasional yang terukur dan detail. Tanpa kejelasan strategi, Bebby menyangsikan kemampuan Pemkot untuk mencapai target yang ditetapkan, terutama jika kinerja birokrasi cenderung stagnan.
"Kami memandang ini sebagai keoptimisan Wali Kota terhadap pemerintahan yang dipimpinnya. Namun keoptimisan itu harus dibarengi dengan strategi serta langkah-langkah detail untuk merealisasikannya," tegasnya.
Bebby menekankan bahwa target-target yang tertuang dalam RPJMD seharusnya tidak hanya berupa gambaran umum, melainkan harus didukung oleh data-data spesifik dan analisis potensi riil yang dapat meningkatkan APBD setiap tahunnya.
Ia mencontohkan fokus Pemkot pada peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tahun ini. Menurutnya, fokus tersebut harus diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret dan terukur untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor PBB. Tanpa penjabaran langkah-langkah yang jelas, RPJMD berpotensi hanya menjadi dokumen seremonial tanpa dampak signifikan.
"Misalnya, di tahun ini Pemkot Pontianak akan fokus pada peningkatan PBB. Ketika fokus pada peningkatan PBB, artinya ada cara bagaimana Pemkot bisa menembus pendapatan PBB. Kalau masih dalam rencana, tanpa adanya langkah-langkah detail, artinya RPJMD ini hanya seremoni saja," kritik Bebby.
Lebih lanjut, Bebby Nailufa mendesak agar perencanaan RPJMD dipaparkan secara detail, mulai dari tahun 2025 hingga proyeksi lima tahun ke depan. Ia mengingatkan agar program-program yang telah disusun dalam RPJMD dapat berjalan selaras dengan realisasi di lapangan.
"Kami ingin tahu RPJMD ini secara detail perencanaannya. Mulai dari tahun ini sampai lima tahun ke depan. Jangan sampai RPJMD yang sudah di program justru tidak sejalan dengan realisasinya," tegasnya kembali.
Legislator tersebut berharap agar APBD Kota Pontianak dapat mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk mencapai hal tersebut, ia menilai bahwa peningkatan kinerja di seluruh lini pemerintahan menjadi sebuah keharusan.
Bebby mengingatkan agar Pemkot tidak terlena dengan gaya kerja yang cenderung santai, sementara target peningkatan APBD yang dipatok tergolong tinggi.
"Dia berharap setiap tahun APBD dapat meningkat. Agar bisa sejalan, peningkatan kinerja disemua lini harus dilakukan. Jangan gaya santai seperti ini, tetapi target yang dipatok setiap tahun tinggi," sindirnya.
Di era yang terus berkembang pesat, Bebby juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap teknologi dan inovasi. Ia pesimis terhadap kemampuan Pemkot meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan proyeksi RPJMD jika tidak responsif terhadap perkembangan zaman.
"Zaman terus maju. Teknologi dan lainnya juga harus dipelajari terus. Jika Pemkot tidak peka dengan hal-hal ini, dia juga pesimis jika ke depan PAD Kota Pontianak bisa meningkat sesuai dengan paparan RPJMD yang dikatakan oleh Wali Kota Pontianak," pungkasnya. (iza)
Editor : Miftahul Khair