Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Asrama Mahasiswa Kalbar di Semarang Rusak, Mahasiswa Desak Renovasi

Novantar Ramses Negara • Jumat, 13 Juni 2025 | 10:19 WIB

 

Kondisi asrama mahasiswa Kalbar di Semarang yang mengalami kerusakan.
Kondisi asrama mahasiswa Kalbar di Semarang yang mengalami kerusakan.

PONTIANAK POST - Belum genap tiga tahun pasca direnovasi, kondisi Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat di Semarang kembali memprihatinkan. Sejumlah kerusakan mulai terlihat, seperti kanopi yang jebol, plafon kamar yang ambruk, hingga kebocoran yang menyebabkan air hujan merembes ke dalam kamar. Kerusakan ini berdampak pada setidaknya empat kamar yang terendam setiap musim hujan tiba.

Asrama yang terletak di Jalan Kendeng VI No. 4, Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang itu memiliki luas bangunan 375 meter persegi, terdiri dari dua lantai dan 17 kamar, dan saat ini dihuni oleh 18 mahasiswa asal Kalimantan Barat.

Ketua Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat di Semarang, Yulius Yogi mengatakan setiap kali hujan, ia bersama penghuni lainnya harus bersiap untuk bersih bersih setelah hujan reda.

Yogi yang merupakan asal Kabupaten Ketapang menyebut, pihak Pemprov Kalbar tidak pernah datang berkunjung untuk melihat kondisi asrama pasca-direnovasi ini.

Yulius Yogi berharap agar Badan Penghubung Provinsi Kalbar yang ada di Jakarta segera meninjau keadaan asrama saat ini. Ia berharap ada berita baik agar segera direalisasikan mengingat kondisi asrama yang kian memprihatinkan untuk ditinggali.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau hujan deras, air merembes ke kamar 1, 2, 3, dan 4. Kami harus siap bersih-bersih setiap kali hujan reda,” kata mahasiswa semester 4 STIE Semarang ini.

Yogi telah berdiskusi kepada penasehat asrama, Pengurus Asrama Rahadi Oesman dan juga Ketua Umum Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat mengenai kondisi asrama ini.

Santos Lubis, yang menjabat sebagai Penasehat Asrama sekaligus Ketua Umum KPMKB Semarang, turut mengonfirmasi kerusakan yang terjadi. Ia menyayangkan bahwa hasil renovasi hanya mampu bertahan selama dua hingga tiga tahun.

“Sayangnya, hingga kini belum ada kunjungan dari pihak perwakilan Pemprov Kalbar atau Badan Penghubung di Jakarta. Padahal, asrama ini merupakan tempat berkumpulnya mahasiswa dari Kalbar yang sedang menuntut ilmu di luar daerah,” ujarnya, dalam siaran pers yang dikirimnya kemarin siang.

Menurut Santos, bangunan ini adalah aset daerah yang seharusnya mendapatkan perhatian berkala. Ia menilai perlu adanya agenda kunjungan rutin setidaknya satu kali dalam setahun dari pihak pemerintah provinsi untuk memantau langsung kondisi fasilitas milik daerah tersebut.

“Asrama ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga simbol kebersamaan mahasiswa Kalbar di perantauan. Sudah selayaknya ada perhatian lebih agar mereka merasa didukung dan aman dalam menuntut ilmu,” pungkasnya. (mse)

Editor : Hanif
#semarang #Rusak Parah #Renovasi #pemprov kalbar #asrama mahasiswa kalbar