PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, seiring dengan kembalinya status Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya.
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan menegaskan, pembukaan kembali jalur penerbangan internasional menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Bumi Khatulistiwa.
“Bandara otomatis mendukung peningkatan pariwisata di daerah kita (Kalbar) karena akses ke Kalbar menjadi lebih mudah. Dari Kuching ke Pontianak nanti tidak perlu lagi menempuh jalur darat selama tujuh jam, cukup dengan penerbangan sekitar satu jam lebih,” ujarnya.
Menurutnya, jarak tempuh dari Pontianak ke Kuala Lumpur hanya sekitar 1 jam 30 menit. Rute-rute lain seperti Singapura, dan Penang juga dinilai potensial untuk mendukung konektivitas Kalbar dengan negara-negara tetangga.
“Ini tentu menjadi bentuk dukungan konkret dalam rangka promosi pariwisata kita (Kalbar),” ucapnya.
Krisantus mengungkapkan, saat ini pihak Angkasa Pura masih melakukan persiapan teknis, termasuk pembenahan sejumlah fasilitas dan gedung penunjang. Hal ini menyusul perubahan status Bandara Supadio yang sebelumnya sempat diturunkan menjadi bandara domestik.
“Secara gedung, masih memenuhi standar internasional karena memang dibangun dengan spesifikasi tersebut. Namun, beberapa peralatan memang ada yang rusak dan perlu diganti. Sekarang proses renovasi dan peremajaan tengah dilakukan,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama dengan maskapai penerbangan bisa segera terwujud, agar jalur penerbangan internasional dari dan ke Kalbar kembali dibuka dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan ini bisa segera terealisasi, dan pariwisata Kalbar bisa semakin maju karena wisatawan mancanegara bisa langsung terbang ke sini,” pungkasnya. (bar)
Editor : Miftahul Khair