Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Dukung Pelestarian Budaya Tionghoa sebagai Daya Tarik Wisata

Novantar Ramses Negara • Selasa, 17 Juni 2025 | 11:37 WIB
PELANTIKAN: Gubernur Kalimantan Barat menghadiri pengukuhan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kalbar di Pendopo Gubernur, Minggu (15/6).
PELANTIKAN: Gubernur Kalimantan Barat menghadiri pengukuhan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kalbar di Pendopo Gubernur, Minggu (15/6).

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Tionghoa melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional di Kota Pontianak.

Hal ini ditegaskan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, saat menghadiri acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalbar yang digelar di Pendopo Gubernur, Minggu (15/6).

Ria Norsan menyatakan bahwa budaya Tionghoa merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama. Ia menyambut baik rencana-rencana untuk menggelar berbagai pertunjukan budaya seperti Cap Go Meh, barongsai, dan atraksi seni lainnya yang dapat memperkuat identitas kultural daerah.

“Pemprov siap mendukung agenda budaya yang disusun oleh PSMTI. Ini bagian dari upaya memperkuat harmoni sosial dan memperkaya kekayaan budaya daerah,” ucapnya.

Ia mengapresiasi keberhasilan negara lain seperti Malaysia yang menjadikan perayaan budaya sebagai daya tarik wisata. Menurutnya, Kalbar memiliki potensi yang sama dan perlu dimaksimalkan agar budaya Tionghoa bisa lebih dikenal dan memberikan kontribusi positif terhadap sektor pariwisata.

Gubernur berharap PSMTI dapat mengambil peran aktif dalam merancang program budaya yang tidak hanya menjaga nilai-nilai leluhur, tetapi juga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

“Event yang konsisten dan dikemas menarik bisa menjadikan Kalimantan Barat sebagai destinasi unggulan dalam wisata budaya di tingkat nasional,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ria Norsan juga menyoroti peluang besar dari dibukanya jalur penerbangan internasional di Bandara Supadio Pontianak. Konektivitas ini dinilainya sebagai pintu masuk strategis untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Dengan infrastruktur yang semakin mendukung dan promosi budaya yang terus digencarkan, Kalbar berpeluang besar untuk tampil di panggung wisata dunia,” tutupnya. (mse)

Editor : Hanif
#PSMTI #harmoni sosial #kalbar #tionghoa #berskala nasional #pontianak #cap go meh #Kegiatan budaya