PONTIANAK POST – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Rita Hastarita mengatakan, salah satu kunci kelancaran proses pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini adalah penambahan kapasitas server yang disiapkan sejak awal. Hal itu disampaikannya saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 3 Pontianak, Kamis (19/6).
“Dari hari pertama hingga hari ini (Kamis), semua berjalan lancar. Server aman, tidak ada kendala down. Ini karena kami memang menambah daya, dan kapasitas server untuk mengantisipasi lonjakan akses dari peserta didik,” ujarnya.
Rita menjelaskan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting dalam penguatan infrastruktur digital. Pada pelaksanaan sebelumnya, sistem sempat mengalami gangguan karena tingginya jumlah pengguna yang mengakses secara bersamaan.
“Tahun ini kami belajar dari situ. Sejak awal kami tambah kuota server dan siapkan sistem secara menyeluruh. Hasilnya, proses pendaftaran online berlangsung baik di seluruh SMA dan SMK Negeri yang menggunakan sistem daring,” jelasnya.
Rita juga menegaskan bahwa sistem berbasis digital membuat proses penerimaan siswa baru lebih akuntabel dan menutup celah praktik titip-menitip. “Sesuai juknis, hanya ada empat jalur resmi, afirmasi, mutasi, zonasi, dan prestasi. Tidak ada yang bisa masuk sistem di luar prosedur. Sekolah tidak boleh menerima titipan, dan masyarakat juga tidak bisa menitip,” tegasnya.
Ia menyebut, jika ditemukan praktik titipan, pihaknya tak segan menjatuhkan sanksi. “Sekolah akan kami beri sanksi, sementara peserta didik bisa didiskualifikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB, Hermawan mengakui peningkatan sistem berdampak signifikan terhadap kelancaran pelaksanaan di tingkat sekolah. "Beberapa kendala teknis kecil sempat muncul, tapi bisa kami tangani dengan cepat. Sistem tahun ini jauh lebih stabil dibanding sebelumnya. Ini berkat penambahan kapasitas server, dan kesiapan infrastruktur dari provinsi,” ujarnya.
Hermawan juga menambahkan bahwa pihak sekolah aktif memberikan edukasi melalui media sosial, termasuk soal kelengkapan dokumen, dan validasi data peserta. “Validasi kartu seperti KIP, PKH, atau DTKS sekarang lebih ketat. Datanya dicek langsung melalui sistem yang sudah terintegrasi,” katanya.
Pihaknya pun mengunduh pakta integritas panitia ke akun SPMB sekolah sebagai bentuk transparansi. “Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat terhadap SPMB yang akuntabel. Kesiapan server dan sistem yang baik membantu kami menjaga integritas itu,” ucapnya.
Total daya tampung mencapai 97.948 kursi, terdiri dari 45.792 kursi SMA negeri, 27.409 kursi SMK negeri, 12.993 kursi SMA swasta, dan 11.754 kursi SMK swasta. SPMB tahun ini dibuka melalui empat jalur utama. Mulai dari domisili, afirmasi, prestasi, hingga mutasi.
Khusus SMK, tersedia jalur reguler. Jadwalnya, untuk afirmasi dan mutasi pada 16–17 Juni 2025. Domisili pada 24–26 Juni 2025, prestasi 7–9 Juli 2025, dan SMK reguler pada 24 Juni–9 Juli 2025.(bar)
Editor : Hanif