Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Srilinus Lino Resmi Nahkodai Pemuda Dayak Kalbar: Tegaskan Komitmen Bela Tanah Adat dan Siapkan Kader Intelektual

Novantar Ramses Negara • Minggu, 22 Juni 2025 | 16:31 WIB
Ketua umum Pemuda Dayak Kalbar terpilih Srilinus Lino.
Ketua umum Pemuda Dayak Kalbar terpilih Srilinus Lino.

PONTIANAK POST – Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat, Cornelius Kimha, secara resmi melantik kepengurusan baru Pemuda Dayak Kalimantan Barat periode 2025–2028 dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Aula Asrama Santo Bonaventura, Kota Pontianak, Sabtu (21/6/2025).

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, anggota DPRD Kalbar Suyanto Tanjung, serta tamu undangan dari berbagai organisasi kepemudaan, lintas etnis dan organisasi kemahasiswaan.

Acara ini menjadi titik awal penting dalam memperkuat peran generasi muda Dayak sebagai penjaga warisan budaya sekaligus agen perubahan zaman.

Ketua Umum terpilih Srilinus Lino dalam pidato pelantikannya menyampaikan pesan mendalam tentang tanggung jawab sejarah yang kini berada di tangan pemuda Dayak. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat sekaligus merespons tantangan modern dengan cara yang relevan dan strategis.

"Hari ini saya tidak hanya berdiri sebagai ketua, tetapi sebagai bagian dari generasi yang memikul tanggung jawab sejarah. Kita tidak bisa hanya mengenang leluhur, kita harus meneruskan perjuangan mereka. Budaya bisa hilang jika tidak dijaga," tegasnya.

Srilinus juga menyoroti situasi terkini di wilayah adat Tamambaloh, Kapuas Hulu, di mana masyarakat adat tengah menolak rencana masuknya perusahaan sawit yang dinilai berpotensi merusak hutan dan merampas tanah ulayat.

"Kita tidak ingin menjadi pemuda yang hanya lantang di media sosial, tapi bungkam saat tanah adat dijual. Pemuda Dayak Kalbar akan berdiri bersama masyarakat Tamambaloh untuk menolak kehadiran investasi yang merusak," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemuda Dayak akan menjadi organisasi kaderisasi yang mendorong lahirnya pemuda intelektual dan berwawasan strategis. Dalam hal ini, organisasi akan terus mendukung program pemerintah daerah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, dalam sambutannya menekankan peran pemuda sebagai agen perubahan. Ia berharap generasi muda Dayak mampu menggerakkan kekuatan intelektual, kultural, dan politik masyarakat adat dalam membangun daya saing dan kekuatan transformatif di daerah maupun tingkat nasional.

"Sistem yang adil dan merata harus dibangun oleh pemuda yang menjadikan keberagaman sebagai kekayaan, bukan penghalang," ujar Krisantus.

Rakerda juga membahas sikap organisasi terhadap berbagai isu strategis. Salah satunya, Pemuda Dayak Kalbar menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Wakil Gubernur Kalbar yang menolak keberadaan organisasi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) di Kalimantan Barat. Pihaknya berencana mengeluarkan pernyataan resmi dalam waktu dekat.

Didirikan pada 8 Juni 2018 di Rumah Radangk Pontianak, Pemuda Dayak Kalimantan Barat lahir dari semangat menyatukan pemuda lintas sub suku, agama, dan daerah asal. Hingga kini, organisasi telah memiliki struktur kepengurusan di lima kabupaten (Kapuas Hulu, Sintang, Ketapang, Bengkayang, Sambas) serta di Kota Pontianak dan Singkawang. (mse/r)

Editor : Miftahul Khair
#kalbar #pemuda dayak #Dewan Adat Dayak #Ketua