Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Aspelindo Soroti Dugaan Maraknya Oli Palsu di Kalbar: Konsumen Diminta Lebih Waspada

Deny Hamdani • Rabu, 25 Juni 2025 | 16:58 WIB
Ilustrasi oli.
Ilustrasi oli.

PONTIANAK POST - Penggerebekan gudang penyimpanan oli palsu di Kubu Raya, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu mengungkapkan fakta mencengangkan.

Ribuan kemasan oli bermerek ternama diamankan oleh aparat gabungan, diduga kuat merupakan produk palsu baik dari segi kemasan maupun isi.

Kasus ini langsung mendapat respons dari Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo). Melalui, Vice Chairman Indonesia Lubricant Producers Association (Aspelindo), Yomie Harlin, menegaskan bahwa maraknya peredaran pelumas ilegal tidak hanya merugikan industri dan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna kendaraan.

"Banyak konsumen tidak menyadari bahwa mereka menggunakan oli palsu. Padahal, produk semacam itu bisa merusak mesin kendaraan hingga membahayakan keselamatan berkendara,” ujar Yomie saat memberikan keterangan resmi lewat siaran persnya, Rabu (25/6).

Aspelindo mengapresiasi penggerebekan oleh aparat gabungan, yang berhasil mengamankan ribuan kemasan oli bermerek ternama, diduga telah dipalsukan baik dari sisi kemasan maupun isi.

Yomie juga mendukung langkah Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan sebelumnya yang memperkirakan kerugian yang ditimbulkan akibat beredarnya oli palsu ini sangat besar. Selain merusak aset kendaraan masyarakat, penerimaan pajak negara pun ikut tergerus.

"Dalam setahun di Kalbar, potensi kerugian bisa mencapai miliaran rupiah. Ini bukan soal bisnis biasa, tapi masalah keselamatan dan ekonomi nasional,” katanya menirukan ucapan Wagub Kalbar, Krisantus.

Aspelindo menyerukan perlunya aksi kolektif antara pemerintah, produsen, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memerangi peredaran pelumas ilegal. Menurut Yomie, pengawasan harus dilakukan di seluruh lini rantai distribusi agar produk palsu tidak sampai ke tangan konsumen.

"Kami dorong sinergi aktif antara Polri, Kejaksaan, TNI, Bea Cukai, bahkan BIN jika diperlukan. Ini adalah isu lintas sektor,” tambahnya.

Selain itu, Aspelindo juga mengimbau produsen pelumas, baik lokal maupun global, untuk lebih proaktif dalam mengedukasi masyarakat. Produsen diminta meningkatkan fitur keamanan pada produk dan memberikan informasi jelas tentang cara membedakan oli asli dan palsu.

Yomie juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat membeli pelumas. Beberapa indikasi awal oli palsu, katanya, antara lain kemasan yang tidak rapi, label dengan tinta yang mudah pudar, atau harga yang terlalu murah dari pasaran.

"Gunakan kanal resmi produsen untuk memverifikasi keaslian produk. Jika mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang,” pesannya.

Sebagai langkah lanjutan, Aspelindo menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memfasilitasi forum koordinasi antara pihak-pihak terkait. Tujuannya, agar kasus serupa tidak terulang dan perlindungan terhadap konsumen dapat terus ditingkatkan.

"Perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama. Keamanan berkendara dan kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri harus kita jaga bersama,” tutup Yomie. (den)

Editor : Miftahul Khair
#Aspelindo #waspada #oli palsu #teliti #Marak