Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Baru 30 Persen Umat Buddha Catatkan Pernikahan, Kemenag Ajak Sosialisasi

Marsita Riandini • Sabtu, 28 Juni 2025 | 14:03 WIB

 

Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan.

PONTIANAK POST - Saat ini, baru 30 persen dari total umat Buddha di Pontianak yang sudah melangsungkan pencatatan perkawinan. Hal ini diungkapkan, Yanto Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Kalbar.

Yanto juga mengapresiasi kegiatan pencatatan nikah yg diikuti 10 pasang umat Buddha belum lama ini. Pasangan ini mendapatkan pelayanan pencatatan Perkawinan yang dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik Kota Pontianak. 

Kegiatan diselenggarakan oleh Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Pontianak yang bekerja sama dengan Dukcapil Kota Pontianak, Walubi dan Permabudhi Kota Pontianak.

Yanto juga berpesan kepada peserta yang hadir untuk ikut serta menyosialisasikan pentingnya pencatatan perkawinan kepada rekan rekan dan sanak keluarga yang belum tercatat dan akan dibantu dan difasilitasi oleh Kementerian Agama melalui Penyelenggara Buddha Kota Pontianak.

“Mari kita sosialisasikan kegiatan ini agar umat Buddha yang belum melakukan pencatatan perkawinan segera dapar mengurus pencatatan, karena ini sangat bermanfaat untuk kedepannya,” ajak Yanto.

Kegiatan tersebut juga dapat dijadikan motivasi sekaligus pembinaan bagi umat Buddha khususnya Kota Pontianak mengenai pentingnya pencatatan perkawinan sehingga selain sah agama juga sah secara negara sehingga menjadi keluarga Hitta Sukkhaya.

Selain itu Sekolah Minggu Buddha Lentera Dharma Sungai Duri resmi dibangun tahun 2025.  Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat menghadiri acara peletakan batu Pertama Pembangunan Sekolah Minggu Buddha Lentera Dharma di Bengkayang.

Yanto mengatakan, acara dilaksanakan dengan penuh khidmat dan suka cita yang diawali dengan pembacaan doa bersama dilanjutkan dengan penghormatan kemudian diakhiri dengan simbolis peletakan batu pada tiang yang telah dipancangkan.

"Ketika Sekolah Minggu sudah dibangun, berarti menjadi tanggung jawab  bersama oleh seluruh umat dan anggota untuk berperan sampai terselesaikannya pembangunan sekolah Minggu Lentera Dharma," ujar Yanto.

Ia juga menerangkan bahwa hal ini menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak perbuatan baik.

“Ini waktu yang tepat untuk menambah dan memupuk perbuatan baik kita semua, tidak hanya materi, tapi perbuatan baik bisa dilakukan melalui tenaga dan pikiran," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan secara simbolis bantuan pembangunan Sekolah Minggu Buddha dari Kementerian Agama.

“Saya tidak dapat membantu banyak dan maksimal, mungkin ini tidak seberapa tapi ini bentuk dukungan dari pemerintah untuk pembangunan SMB dan  saya berharap pembangunan Sekolah Minggu Buddha ini dapat berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan apapun,” pungkasnya. (mrd)

Editor : Miftahul Khair
#kemenag #pernikahan #catat #umat buddha