Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

IAIN Pontianak Ungkap Kronologi Kematian Mahasiswanya Rio Fanderi, Keluarga Anggap Tidak Wajar

Siti Sulbiyah • Senin, 21 Juli 2025 | 23:08 WIB
Garis polisi masih terpasang di kawasan UKM IAIN Pontianak. Lokasi ini menjadi tempat Rio Fanderi yang diduga kejedot tiang, hingga membuat nyawanya hilang.
Garis polisi masih terpasang di kawasan UKM IAIN Pontianak. Lokasi ini menjadi tempat Rio Fanderi yang diduga kejedot tiang, hingga membuat nyawanya hilang.

PONTIANAK POST - Kematian Rio Fanderi, Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, masih menjadi misteri. Berbagai pihak, termasuk keluarga menganggap kematiannya tidak wajar.

Ketua Koordinator Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) IAIN Pontianak, Qomaruzzaman menceritakan kronologi kematian mahasiswa bimbingannya itu.

Rio dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 17 Juli 2025 pukul 14.25 WIB di RS Universitas Tanjungpura (RS Untan) setelah lima hari menjalani perawatan intensif akibat cedera parah di bagian kepala.

Ia menceritakan peristiwa yang menimpa Rio terjadi pada Sabtu, 12 Juli 2025 dini hari di kawasan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rio diduga mengalami benturan keras di kepala.

“Sekira jam 11 malam dia tidur, kemudian jam 1 malam ada suara seperti barang yang ambruk. Temannya yang ada di luar masuk dan ternyata Rio sudah mimisan, darahnya di lap,” katanya, Senin (21/7).

Keesokan harinya, kondisi almarhum semakin parah dan tak sadarkan diri. Teman-temannya yang mengetahui kondisi tersebut membawa Rio ke klinik.

Karena klinik tidak bisa memberikan penanganan lantaran kondisi korban yang kritis, penangan dilanjutkan ke RS Untan. Pada hari itu pula, Rio dioperasi.

Setelah dirawat intensif di ICU RS Untan, nyawanya tidak tertolong. Otopsi telah dilakukan di RS Bhayangkara atas permintaan keluarga. Hal itu dilakukan karena keluarga merasa ada kejanggalan.

Otopsi telah dilakukan di RS Bhayangkara, dan hasil pemeriksaan medis masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti luka yang dialaminya. Jenazah Rio telah dimakamkan oleh pihak keluarga usai proses otopsi. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#kampus #meninggal #UKM (DPKUKMP) #kronologi #mahasiswa #IAIN Pontianak