Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PKM FISIP Untan Dorong Kewirausahaan Anak Panti dan UMKM Rasau Jaya

Idil Aqsa Akbary • Senin, 28 Juli 2025 | 13:13 WIB

Dosen dan mahasiswa FISIP Untan bersama pelaku UMKM dan anak-anak panti dalam kegiatan PKM kewirausahaan di Pondok Pesantren Tunas Islam Muhammadiyah, Rasau Jaya, Sabtu (26/7).
Dosen dan mahasiswa FISIP Untan bersama pelaku UMKM dan anak-anak panti dalam kegiatan PKM kewirausahaan di Pondok Pesantren Tunas Islam Muhammadiyah, Rasau Jaya, Sabtu (26/7).
Dosen dan mahasiswa FISIP Untan bersama pelaku UMKM dan anak-anak panti dalam kegiatan PKM kewirausahaan di Pondok Pesantren Tunas Islam Muhammadiyah, Rasau Jaya, Sabtu (26/7).ISTIMEWA

PONTIANAK POST — Penguatan ekonomi lokal melalui edukasi kewirausahaan dilakukan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) bersama mahasiswa, Sabtu (26/7). Bertempat di Panti dan Pondok Pesantren Tunas Islam Muhammadiyah, Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, kegiatan ini menyasar dua kelompok strategis yakni anak-anak panti dan pelaku UMKM lokal.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Zulkarnaen menyebutkan, kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter, etos kerja, serta rasa percaya diri anak panti sekaligus mengembangkan kapasitas pelaku UMKM dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kolaboratif.

“Anak-anak panti berasal dari berbagai kabupaten di Kalbar. Mereka kami dorong untuk punya semangat kewirausahaan sejak dini. Sementara UMKM yang kami libatkan adalah pelaku usaha olahan hasil pertanian, seperti tempe, cemilan, dan kerupuk,” ujar Zulkarnaen.

Selain Zulkarnaen, dan dosen Fisip Untan lainnya seperti Pabali Musa, dan Deni Darmawan, Tim PKM juga menggandeng Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Amri, sebagai mitra strategis.

Dalam kesempatan itu, Amri mengapresiasi pengelola panti yang telah membina anak-anak yatim dan menyampaikan sejumlah kebijakan serta program pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha dan pengelola panti. “Peluang program dari Dinas Perikanan, Peternakan, Pertanian sangat banyak. Tapi masih sedikit yang bisa mengakses karena kurang informasi atau jejaring,” ujarnya.

Amri juga mencontohkan bagaimana pelaku usaha bisa mengakses dana CSR dari lembaga seperti Angkasa Pura, Bank Indonesia, dan PLN, dengan menyusun proposal yang tertib dan akuntabel. Ia mendorong pelaku usaha di Rasau Jaya untuk aktif berkomunikasi dan menjalin kemitraan.

Salah satu sesi kegiatan diisi dengan presentasi tiga pelaku usaha lokal, yakni produsen rengginang, cemilan kerupuk, dan tempe. Produk tempe dari Rasau Jaya, yang dikemas dengan daun pisang dan telah diproduksi sejak 1990-an, disebut mengalami permintaan pasar yang stabil. Rata-rata membutuhkan 30 kilogram kedelai per hari, meski harga bahan baku terus meningkat.

Deni Darmawan dari tim PKM FISIP Untan menambahkan materi seputar strategi kewirausahaan. Ia menekankan pentingnya mengenali target pelanggan, membangun identitas produk yang kuat, hingga menjadikan “Rasau Jaya” sebagai potensi merek yang bisa disingkat menjadi “RaJa”.

“Dengan pendekatan yang tepat, produk lokal bisa bersaing dan dikenali. Perlu strategi pemasaran dan inovasi agar usaha terus berkembang,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, tim PKM juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan sejumlah buku bertema kewirausahaan, pengembangan diri, serta tantangan perubahan kepada pengelola Panti dan Pondok Pesantren Tunas Islam Muhammadiyah. (bar)

Editor : Miftahul Khair
#ekonomi lokal #anak panti #UMKM #kewirausahaan #Fisip Untan #RASAU JAYA