PONTIANAK POST - Beberapa hari belakangan, keresahan warga memuncak menyusul beredarnya sejumlah video di media sosial yang menunjukkan dugaan peredaran uang palsu di wilayah Kalbar.
Video-video tersebut, yang sempat viral di platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan WhatsApp, menggambarkan adegan mencurigakan, di mana oknum tak dikenal menggunakan uang kertas pecahan besar untuk membeli barang murah seperti rokok atau minuman di warung-warung kecil.
Dari pantauan Pontianak Post di lapangan, modus operandi pelaku tergolong sistematis. Mereka biasanya datang di waktu-waktu sibuk, seperti pagi hari atau sore menjelang malam, saat pedagang sedang ramai melayani pembeli.
Ada juga di waktu sepi pembeli dengan memanfaatkan ketidaktahuan para pedahang. Dengan cepat, oknum pelaku membayar dengan uang pecahan Rp100.000 atau Rp50.000, lalu meminta kembalian. Karena tekanan waktu dan keramaian, banyak pedagang tidak sempat memeriksa keaslian uang tersebut.
Video yang beredar menunjukkan detik-detik seorang pedagang mencurigai uang yang diterima, lalu membandingkannya dengan uang asli. Beberapa di antaranya menunjukkan uang palsu yang terlihat tipis, warna pudar, dan tidak memiliki benang pengaman atau watermark yang jelas.
Dalam satu video yang diunggah oleh akun warga di Kubu Raya, tampak seorang ibu pedagang menangis karena baru sadar uang yang diterimanya adalah palsu, uang itu bahkan sudah ia gunakan untuk belanja ke pasar.
Hasil pemantauan di sejumlah daerah, termasuk Pontianak, Kubu Raya dan mungkin beberapa daerah lain menunjukkan bahwa sasaran utama pelaku adalah pedagang kecil yang minim alat deteksi uang.
Lokasi seperti warung kopi, penjual gorengan, pedagang sayur keliling, dan toko sembako pinggir jalan menjadi target empuk karena transaksi tunai dominan dan pemeriksaan uang sering dilakukan secara cepat.
"Kami tidak punya mesin deteksi uang. Harus andalkan mata dan perasaan. Kadang ragu, tapi kalau tidak terima, takut pelanggan marah," keluh Lina, pedagang sembako di Sungai Ambawang.
Ajakan Warga: Cek, Raba, Minta Ganti
Sementara komunitas netizen di Kalbar mulai gencar menyebarkan ajakan #CekRabaGanti — singkatan dari Cek keaslian, Raba tekstur, Ganti jika curiga. Banyak yang membagikan tips sederhana. Gunakan lampu senter untuk melihat watermark, periksa benang pengaman yang bergerak saat dimiringkan, dan rasakan tekstur kertas yang kasar jika asli.
"Kita harus saling bantu. Kalau tahu ada yang mencurigakan, langsung rekam dan sebarkan, tapi jangan fitnah. Ini soal keamanan bersama," tulis akun @wargakalbarpeduli dalam unggahannya.
Pesan Tegas: Jangan Jadi Korban, Jangan Jadi Pelaku
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Ia meminta masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak terpancing kepanikan berlebihan.
“Kita lawan uang palsu dengan kecermatan, bukan ketakutan. Tapi bagi yang bermain-main dengan uang palsu, ingat: sepandai-pandai tupai melompat, pasti jatuh juga. Hukum menanti,” tegasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair