PONTIANAK POST - Mempertahankan tradisi menganyam ketupat terus bertumbuh di kalangan muda, di pesta rakyat robo-robo Kota Pontianak, turut menghelat lomba menganyam ketupat. Pesertanya diikuti perwakilan tingkat SD hingga SMA. Dengan durasi waktu 15 menit, berbagai macam anyaman ketupat mampu dibuat peserta lomba
Tahun ini, perhelatan pesta rakyat robo-robo Kota Pontianak, yang diselenggarakan di Jalan Tanjung Harapan Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur diikuti banyak masyarakat. Kurang lebih sepanjang 1,3 kilometer jalan, digunakan untuk acara makan bersama.
Selain robo-robo, pihak panitia juga menyelenggarakan lomba menganyam ketupat. Pesertanya dari kategori pelajar, mulai dari tingkat SD sampai SMA. Durasi waktu yang diberikan pihak panitia pada lomba itu 15 menit.
Zafran salah satu peserta termuda. Duduk di kelas 3 SD, dia mengaku baru kali ikut lomba menganyam ketupat. Untuk belajar menganyam, juga baru dilakukannya beberapa hari lalu. Di lomba ini dia mencoba mempraktekkan anyaman ketupat hasil belajarnya itu.
Meski pesertanya banyak diikuti pelajar di atas usianya. Namun dia tetap percaya diri. Saat memulai anyaman, dua helai daun kelapa diambil. Kemudian dia mulai menganyam daun kelapa itu untuk disulap menjadi anyaman ketupat.
Tangan kecilnya tampak agak kesulitan ketika memulai menganyam daun kelapa. Belum lagi waktu yang diberikan panitia hanya 15 menit. Sehingga selain harus berkonsentrasi menganyam, dia juga berkejar dengan waktu.
Peserta lainnya Arfandi, pelajar kelas 2 SMP tampak begitu percaya diri. Meski baru kali pertama mengikuti lomba menganyam ketupat, namun dia optimis bisa membuat anyaman ketupat sesuai spesifikasi dari pihak panitia.
Dirinya baru dua hari ini belajar menganyam ketupat. Sumber pembelajarannya dari Youtube. Untuk bahan pembelajaran selama latihan dia mengambil daun kelapa di belakang rumah.
Untuk anyaman ketupat yang biasa dijual pedagang saat momentum lebaran sudah bisa dibuatnya. Hanya saja, untuk anyaman ketupat kreasi dia masih perlu banyak belajar. Menurutnya adanya lomba menganyam ketupat ini bagus. Terutama untuk dirinya. Sebab saat ini, sudah semakin sedikit anak-anak muda yang bisa menganyam ketupat.
“Kalau ini terus dilestarikan, maka anak-anak muda seperti saya juga mahir menganyam ketupat,” katanya.
Salah satu dewan juri lomba menganyam ketupat, Yutiawati menjelaskan lomba anyaman ketupat ini sebagai upaya pihak panitia mengenalkan ke generasi muda. Sebab saat ini sudah semakin jarang anak muda bisa menganyam ketupat. Makanya diadakanlah lomba ini.
Nyatanya, peserta lomba ini cukup antusias. Dewan juri dalam memberikan penilaiannya fokus pada kerapian, kreatifitas, kekuatan dan ketahanan dari daun ketupat yang dianyam. Kemudian selain membuat anyaman ketupat, peserta juga harus membuat ketupat kreasi. Pantauan dia, peserta banyak yang mahir menganyam ketupat, bahkan untuk ketupat kreasi cukup banyak dibuat para peserta.
“Untuk dewan juri ini ada tiga orang. Pertama saya (perwakilan PKK), kemudian perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Disporapar Kota Pontianak,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif