PONTIANAK POST — Anggota DPRD Kalimantan Barat dari Partai Hanura, Suyanto Tanjung, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar pada 30-31 Agustus 2025. Langkah ini menandai komitmen kuatnya untuk memperkuat keberadaan dan peran MABT di tingkat nasional.
Suyanto mengungkapkan bahwa dirinya kini tengah menunggu proses verifikasi administrasi dari panitia munas. Jika lolos, ia dikabarkan bakalan bersaing dengan sejumlah figur lain, termasuk Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie yang kabarnya menyatakan minat sebagai calon ketua umum.
“Saya salah satu kontestan yang telah mendaftar. Mudah-mudahan verifikasi administrasi saya lancar dan bisa lolos menjadi calon. Ini adalah langkah serius saya untuk membawa MABT lebih maju dan relevan di tengah keberagaman bangsa,” ujar Suyanto baru baru ini di Pontianak.
Menurut Suyanto, munculnya banyak figur terkemuka yang tertarik memimpin MABT merupakan pertanda positif. Artinya, organisasi ini semakin diakui sebagai wadah penting dalam memperkuat identitas budaya Tionghoa di Indonesia.
“Ini pertanda baik. Banyak figur hebat yang maju, termasuk Ibu Wali Kota Singkawang. Kita harapkan siapa pun yang terpilih nanti adalah calon terbaik yang bisa membawa MABT lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Suyanto menegaskan visi utamanya jika terpilih yakni menyatukan seluruh etnis Tionghoa di Indonesia, yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan dialek, dalam satu semangat kebersamaan.
“Visi dan misi saya ke depan adalah menyatukan etnis Tionghoa yang ada di seluruh Indonesia. Dari berbagai suku Tionghoa seperti Hokkian, Hakka, Teochew, dan lainnya, kita satukan dalam bingkai MABT. Kita ingin ada persatuan, bukan perpecahan,” tegasnya.
Ia juga menjanjikan upaya konkret untuk mewujudkan keberadaan budaya Tionghoa yang setara dengan etnis dan budaya lain di Indonesia. Salah satu program prioritas yang akan didorongnya adalah pembangunan Rumah Adat Budaya Tionghoa di Kalimantan Barat. "Ini harapan besar masyarakat Tionghoa di Kalbar. Kita ingin punya ruang budaya yang resmi, sebagai simbol pengakuan dan pelestarian adat.
Dan yang tak kalah penting, kita ingin masyarakat Tionghoa tidak lagi dianaktirikan. Kita bagian dari anak bangsa, dan harus punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara,” ujar Suyanto.
Munas MABT 2025 yang rencananya digelar di Hotel Alimoer, Kubu Raya dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi ini. Dengan semakin banyaknya tokoh dari berbagai latar belakang yang maju, termasuk dari dunia politik dan pemerintahan, harapan terbentuknya kepemimpinan yang kuat, inklusif, dan visioner pun semakin besar.
"Pemungutan suara akan dilakukan oleh perwakilan dari seluruh pengurus daerah MABT. Hasilnya akan menjadi penentu langkah MABT dalam menghadapi tantangan keberagaman, pelestarian budaya, dan penguatan hak-hak budaya etnis Tionghoa di masa depan," pungkas Tanjung.(den)
Editor : Hanif