PONTIANAK POST — Kunjungan Wakil Presiden RI ke Kalimantan Barat (Kalbar) dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat ini, Agus Sudarmansyah. Dia berharap program yang merupakan janji Presiden itu bisa terealisasi secara menyeluruh, hingga ke daerah-daerah terpencil dan terisolir di Kalbar. "Kami sangat mengapresiasi kedatangan Wakil Presiden ke Kalimantan Barat kemarin. Ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan program Makanan Bergizi Gratis berjalan efektif di lapangan,” ujar Agus Sudarmansyah, kemarin.
Menurutnya program MBG, yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, khususnya di daerah kurang mampu, dinilai sangat strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di Kalbar. Namun, Agus menekankan bahwa tantangan implementasinya cukup besar karena kondisi geografis wilayah yang unik dan kompleks. "Kalbar punya daerah kepulauan, sungai-sungai besar, hulu sungai yang sulit dijangkau, serta banyak wilayah pedalaman yang terisolir. Ini bukan halangan, tapi tantangan yang harus dihadapi,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan Kalbar ini menegaskan, program ini harus bisa mencapai 100 persen cakupan, tidak hanya di kota-kota besar seperti Pontianak atau ibu kota kabupaten, tetapi juga sampai ke pelosok hutan, pulau-pulau kecil, dan permukiman di sepanjang aliran sungai. “Jangan sampai yang di kota, yang orang tuanya mampu, malah lebih dulu dapat bantuan. Sementara anak-anak di daerah terpencil, yang secara ekonomi sangat rentan dan butuh bantuan, justru tertinggal,” ungkap Agus.
Menurutnya, keadilan distribusi program menjadi kunci utama. Anak-anak di daerah terpencil sering mengalami problem soal gizi karena keterbatasan akses pangan bergizi. MBG diharapkan bisa menjadi penopang penting bagi tumbuh kembang mereka. "Ini janji Presiden. Harus diwujudkan. Tidak boleh ada anak di Kalbar yang terlewat karena lokasinya jauh atau sulit dijangkau. Mereka punya hak yang sama atas nutrisi layak,” tandas Agus.
Pemerintah daerah dan pusat, lanjut dia, perlu bekerja sama lebih intensif, termasuk memperkuat logistik, transportasi, serta sistem pemantauan agar distribusi makanan bergizi benar-benar merata.
Dengan komitmen kuat dan kerja kolaboratif, Agus optimistis program MBG bisa menjadi terobosan nyata dalam mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat dari kota hingga ke ujung pedalaman.(den)
Editor : Hanif