Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Inflasi Kalbar Agustus 2025 Tercatat 2,13 Persen, Tertinggi di Ketapang

Novantar Ramses Negara • Kamis, 4 September 2025 | 10:44 WIB
Ilustrasi Inflasi dan Deflasi
Ilustrasi Inflasi dan Deflasi

PONTIANAK POST - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat laju inflasi year on year (y-on-y) pada Agustus 2025 sebesar 2,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,94.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang, yakni 2,71 persen dengan IHK 109,49, sementara Kota Pontianak mencatat inflasi terendah sebesar 1,83 persen dengan IHK 107,09.

Kepala BPS Kalbar, Muhammad Saichudin, menjelaskan bahwa inflasi tersebut dipengaruhi kenaikan harga di delapan kelompok pengeluaran.

“Kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,19 persen; pakaian dan alas kaki 1,51 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,26 persen; kesehatan 0,97 persen; transportasi 0,32 persen; pendidikan 4,67 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,23 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,57 persen,” ujar Saichudin dalam berita resmi statistik, Senin (2/9).

Ia menambahkan, meski begitu, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks. “Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,52 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,55 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya turun 0,06 persen,” katanya.

Berdasarkan pemantauan harga di lima kabupaten/kota, BPS juga mencatat deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,26 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,05 persen.

Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi y-on-y pada Agustus 2025 antara lain bawang merah, emas perhiasan, ikan kembung, minyak goreng, beras, ikan baung, ikan tongkol, udang basah, mobil, dan cumi-cumi.

Sementara itu, komoditas yang menekan inflasi atau memberi andil deflasi di antaranya cabai rawit, angkutan udara, ikan bawal, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, telepon seluler, sabun detergen bubuk, bensin, dan popok bayi sekali pakai.

“Kalau melihat secara month to month, deflasi di bulan Agustus lebih banyak dipengaruhi penurunan harga daging ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, tomat, udang basah, hingga buah-buahan seperti naga dan jeruk. Sedangkan penyumbang inflasi m-to-m antara lain bawang merah, beras, kacang panjang, hingga ikan kembung,” pungkas Saichudin. (mse)

Editor : Hanif
#harga pangan #pendidikan #emas perhiasan #Inflasi Kalbar #bps