PONTIANAK POST - Sama halnya dengan pembangunan jembatan di Jalan Dharma Putra Kecamatan Pontianak Utara, warga Komplek Purnama Agung 7, Kecamatan Pontianak Selatan, sebetulnya juga mengharapkan perhatian sama dari Pemerintah Kota Pontianak.
Jembatan sebagai akses pintu masuk ke lokasi perumahan warga Purnama 7 juga telah lama rusak. Namun sampai kini perhatian dinas terkait terhadap perbaikan kerusakan jembatan itu masih mengambang.
Pantauan Pontianak Post, hingga kini jembatan rusak di Komplek Purnama Agung 7 belum juga dikerjakan. “Jembatan pintu masuk Jalan Purnama Agung 7 itu sudah berbulan-bulan rusak. Sempat ditutup aksesnya, namun kini dibuka, namun hanya bisa dilalui pejalan kaki, dan kendaraan roda dua, sebetulnya ini berbahaya. Sebab musibah roboh bisa sewaktu-waktu terjadi. Tinggal tunggu saja siapa yang nahas lewat sana (jembatan),” ujar Deri salah satu warga yang biasa melintas di jembatan tersebut.
Pandangannya, kondisi jembatan Purnama Agung 7 ini sudah berbulan-bulan rusak. Namun sedikitpun belum ada intervensi yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak melalui dinas terkaitnya. Seperti melakukan pengecekan seberapa parah tingkat kerusakan dari jembatan ini, kemudian intervensi hal teknis lain di lapangan.
Diketahui dia, Jembatan Dharma Putra kini sudah mulai dikerjakan. Itupun respon cepatnya karena baru-baru ini viral di media sosial. Mungkin jika tidak viral, pemerintah memandang persoalan kerusakan fasilitas publik ini biasa-biasa saja. Padahal ini kebutuhan penting. Sebab jembatan ini sebagai salah satu jalur perlintasan yang digunakan oleh masyarakat. Tak ada bedanya dengan kerusakan jembatan di Purnama Agung 7 ini.
Sebagai masyarakat yang kurang memahami alur birokrasi hingga perbaikan jembatan dilakukan, logikanya ketika terdapat kerusakan di fasilitas umum dan kegunaan fasilitas itu begitu dibutuhkan masyarakat, sudah seharusnya bisa dikerjakan secepatnya.
Namun jika alur perlakuan pengerjaannya sama dengan program yang sudah terencana di program tahunan pemerintah, artinya respon dan kepekaan pemerintah terhadap suatu kejadian di tataran masyarakat tidak betul-betul peka terhadap persoalan sosial di masyarakat. Contohnya perbaikan jembatan rusak di Purnama Agung 7 ini, sudah berbulan-bulan, namun tidak ada langkah agresif pemerintah untuk perbaikannya.
"Apakah Pemkot Pontianak tidak memiliki alokasi anggaran tak terduga untuk mengerjakan perbaikan jembatan ini dengan cepat. Inikan termasuk musibah. Seperti kejadian bencana lainnya. Sehingga anggarannya juga bisa digunakan secepatnya untuk perbaikan jembatan. Diharapnya, pengerjaan jembatan ini bisa dilakukan di tahun ini. Dengan demikian, aktivitas masyarakat bisa berjalan kembali dengan normal," bebernya. (iza)
Editor : Hanif