PONTIANAK POST – Antrean gas LPG 3 kg sempat terjadi di sejumlah titik di Kalimantan Barat usai libur panjang dan meningkatnya konsumsi pasca tradisi sembahyang kubur.
Namun, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok aman dan distribusi akan kembali normal dalam waktu dekat.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan keterlambatan distribusi dipicu dua faktor utama: libur panjang dan lonjakan konsumsi, terutama untuk usaha kuliner.
“Saya sudah koordinasi dengan Pertamina. Stok tersedia, masyarakat harap tenang. Saya pastikan pasokan aman dan distribusi segera kembali normal,” ujar Norsan saat audiensi bersama Pertamina di Pontianak, Kamis (11/9).
Ia juga mengimbau warga agar tidak panic buying. “Belilah sesuai kebutuhan. Untuk masyarakat yang mampu, sebaiknya membeli LPG nonsubsidi,” tegasnya.
Menanggapi kondisi ini, Pertamina bergerak cepat dengan menyalurkan tambahan pasokan (extra dropping) sebesar 40 metrik ton atau setara 40.320 tabung LPG 3 kg untuk wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Penyaluran tambahan ini dimulai sejak 8 September dan dilanjutkan secara masif pada 12–13 September 2025.
“Tambahan distribusi ini merupakan respons cepat Pertamina terhadap lonjakan permintaan. Penyaluran dilakukan bertahap dan terus dioptimalkan,” jelas Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Kalimantan.
Edi menegaskan distribusi resmi hanya melalui agen dan pangkalan terdaftar. “Harga di pengecer tidak bisa dikendalikan, sehingga masyarakat disarankan membeli di pangkalan resmi sesuai HET pemerintah daerah,” tambahnya.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat pengawasan untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai regulasi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 135 atau email [pcc135@pertamina.com](mailto:pcc135@pertamina.com). (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro