Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

UAS dan Gubernur Ria Norsan Hadir di Tengah Ribuan Jamaah: Maulid Akbar Pontianak Jadi Simbol Persatuan Umat

Novantar Ramses Negara • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:26 WIB

Gubenur Kalbar Ria Norsan mendampingi Ustad Abdul Somad yang hadir di Maulid Akbar.
Gubenur Kalbar Ria Norsan mendampingi Ustad Abdul Somad yang hadir di Maulid Akbar.

PONTIANAK POST – Ribuan masyarakat memadati Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Minggu malam (5/10/2025), mengikuti Haul ke-114 Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar yang dirangkai dengan Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW serta Hari Jadi Kota Pontianak ke-254.

Kehadiran ulama kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS), menjadi magnet utama dalam acara yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan itu.

Turut hadir Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, bersama istri yang juga Bupati Mempawah Erlina, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, serta jajaran Forkopimda Kalbar.

Kehadiran para tokoh dan masyarakat lintas kalangan menunjukkan kuatnya ikatan sosial dan spiritual di Bumi Khatulistiwa.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak umat Islam memetik hikmah dari peringatan Maulid Nabi dan Haul Habib Al Muthahar.

Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta memperkuat ukhuwah di tengah keberagaman.

“Beliau (Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar) sudah wafat 114 tahun lalu, tapi masih dikenang dan mampu mengumpulkan ribuan orang. Itu tanda bahwa beliau adalah wali Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar UAS di hadapan jamaah.

Ia menegaskan, kerukunan masyarakat Pontianak adalah bukti nyata bahwa fitnah dan provokasi di dunia maya tak mampu memecah persatuan.

“Malam ini bukan hanya umat Islam, tapi seluruh masyarakat datang dengan penuh cinta dan kebersamaan. Kita membuktikan bahwa fitnah di internet tidak berpengaruh di Pontianak,” tuturnya disambut takbir dan tepuk tangan jamaah.

Dalam ceramahnya, UAS menyampaikan tiga pelajaran penting:

  1. Hati manusia hanya bisa digerakkan oleh Allah SWT, bukan oleh kekuasaan atau harta.

  2. Amal saleh yang tulus akan terus dikenang meski pelakunya telah tiada.

  3. Nilai seseorang tidak diukur saat hidup, melainkan dari warisan amal kebaikan yang ditinggalkan.

“Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar tidak punya televisi atau media sosial, tapi namanya tetap harum hingga kini. Ini bukti ketulusan amal yang kekal sepanjang masa,” ujarnya.


Ria Norsan: Cermin Persaudaraan Umat

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi kegiatan keagamaan yang berlangsung meriah namun tetap khidmat tersebut. Ia menilai, kehadiran puluhan ribu warga dari berbagai lapisan masyarakat menunjukkan bahwa Pontianak adalah kota yang damai dan penuh toleransi.

“Momentum Maulid Nabi dan Haul Habib Al Muthahar ini menjadi cermin indahnya persaudaraan umat di Kalimantan Barat. Kita diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah dan para ulama salaf, serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah perbedaan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah — persaudaraan sesama umat dan kebangsaan — sebagai fondasi menjaga stabilitas daerah.

“Kalbar adalah rumah besar bagi semua suku, agama, dan budaya. Tugas kita bersama menjaga kerukunan ini agar tetap terpelihara. Jangan beri ruang bagi provokasi yang memecah belah umat,” tegasnya.

Ria Norsan menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang memperkuat moral, spiritual, dan karakter masyarakat.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tapi juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati sebuah daerah terletak pada persatuan dan ketulusan warganya,” pungkasnya.


Dengan berakhirnya rangkaian Haul Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar ke-114 dan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, Kota Pontianak kembali meneguhkan dirinya sebagai simbol kerukunan dan persatuan umat.

Di tengah keberagaman suku, etnis, dan agama, gema selawat malam itu menjadi penanda bahwa cinta, ketulusan, dan persaudaraan adalah energi yang akan terus menguatkan Kalimantan Barat lintas generasi. **

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#maulid nabi #ria norsan #muhammad #abdul somad #kalbar #pontianak #uas