PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar), Windy Prihastari, mendorong pengembangan tenun lokal melalui Workshop Tenun yang digelar di Desa Kumpang Ilong, Kabupaten Sekadau, baru-baru ini.
Workshop yang digagas Disporapar Kalbar bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sekadau itu dibuka secara resmi oleh Windy bersama Ketua Dekranasda Sekadau, Magdalena Susilawati Aron.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat, khususnya para perajin tenun, untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing tenun khas Sekadau di pasar lokal maupun nasional.
Desa Kumpang Ilong dikenal sebagai satu-satunya desa penghasil kain tenun di Kabupaten Sekadau. Untuk menuju ke sana, perjalanan dari Kota Pontianak menempuh jarak sekitar 294 kilometer atau sekitar tujuh jam perjalanan darat, termasuk menyeberangi Sungai Aya menggunakan kapal feri di Kecamatan Belitang.
Workshop yang digelar merupakan tindak lanjut dari permintaan Kelompok Tenun Batu Petara, yang selama ini menjadi sentra pengrajin kain tenun di desa tersebut. Menurut Windy, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, terutama di wilayah pedesaan.
“Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin membantu para perajin meningkatkan kualitas tenun, mulai dari teknik menenun hingga strategi pemasaran yang lebih modern,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menilai, potensi tenun tradisional Kalbar perlu mendapat perhatian serius agar tidak sekadar menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Sementara itu, para perajin di Desa Kumpang Ilong menyambut antusias kegiatan ini. Mereka berharap hasil pelatihan dapat membantu meningkatkan mutu kain serta memperluas jaringan pemasaran, sehingga tenun khas Kumpang Ilong semakin dikenal dan diminati masyarakat luas. (bar)
Editor : Hanif