Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkot Pontianak Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 13 November 2025 | 12:54 WIB
Di awal tahun harga ayam potong menembus kisaran Rp50 ribu perkilogram.
Di awal tahun harga ayam potong menembus kisaran Rp50 ribu perkilogram.

PONTIANAK POST - Sudah tiga hari ini harga ayam potong di pasar tradisional turun. Meski harganya sudah turun, namun penjualan ayam potong tak meningkat. Demikian dikatakan Andi, pedagang ayam potong di Pasar Flamboyan, Rabu (12/11).

“Sudah tiga hari ini harga ayam potong turun. Untuk ayam potong ukuran besar 26 ribu dan ayam kecil 28 ribu. Sebelumnya harga ayam tinggi, di atas harga ini,” ungkapnya kepada Pontianak Post.

Dia mengatakan, cukup lama harga ayam tinggi. Menurutnya, ini ada imbas dari program makan gizi gratis (MBG). Permintaan ayam potong baik di pasar tradisional dan ayam fillet tinggi, kemudian ketika stok tak begitu banyak menyebabkan harga ayam potong menjadi tinggi.

Dia agak heran, sebab sudah jalan tiga hari harga ayam potong turun, namun tidak berimbas pada peningkatan penjualan ayam potong ini. Seperti kemarin dia hanya bisa menjual dua ratus ekor ayam potong. Berbeda dengan dua minggu lalu, saat harga ayam masih tinggi, sehari dia bisa menghabiskan tiga ratus ekor ayam potong.

Ditanya stok ayam potong di pasar tradisional, kini tercukupi. Mungkin produksi ayam potong tengah banyak. Sehingga sudah menjadi hukum pasar, ketika jumlah stok banyak, maka harga akan kembali normal atau bisa turun seperti sekarang.

Apalagi bulan depan perayaan natal dan tahun baru. Biasanya, ketika perayaan hari besar, penjualan ayam potong juga akan meningkat. Harapannya, mudah-mudahan stok tercukupi, sehingga harga jual bisa normal. Kalaupun terjadi kenaikan tidak banyak dan pastinya masyarakat masih mudah mendapatkan ayam potong.

Ica, pembeli ayam potong menuturkan, harga ayam saat ini tengah turun. Dirinya membeli dua ekor ayam sekaligus untuk stok. Dengan begitu, dia tidak perlu ke pasar dalam beberapa hari ini. Untuk rempah-rempah juga masih ada di rumah, sehingga masih cukup untuk keperluan memasak.

Dirinya lebih memilih belanja ayam potong di pasar tradisional. Sebab ayamnya masih segar, dan lebih nyaman memilihnya. “Mau yang besar atau yang kecil tinggal kita pilih sendiri,” ujarnya.

Walaupun harganya naik, diharap tidak terlalu tinggi. Sebab jika harga ayam tinggi benar, dirinya juga berpikir untuk membeli. Mau tak mau, menu masakan di rumah dialihkan dengan lauk seadanya. Seperti tempe, tahu dan sayur-sayuran. “Kalau ada ayam atau ikan, itu pelengkap hidangan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Pontianak terus berupaya menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang akhir tahun terutama Natal dan Tahun Baru. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan, pemerintah terus memantau kondisi pasar untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

“Berdasarkan hasil pantauan dari bulan ke bulan, harga di Kota Pontianak termasuk yang paling rendah, berada di peringkat 17 dari 44 kota yang dipantau. Kondisi ini menjadi perhatian kami, karena sebelumnya pada bulan Maret sempat terjadi penurunan hingga 40 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, penurunan harga yang terlalu tajam juga perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi keseimbangan pasokan dan distribusi barang di pasaran. Dari 54 titik pantauan harga di Kota Pontianak, sebanyak 47 titik menunjukkan tren harga yang cenderung rendah.

“Hal ini bisa disebabkan oleh distribusi yang tidak merata dan adanya perbedaan jarak pasokan antar wilayah. Karena itu, kami terus berkoordinasi agar tidak terjadi gejolak harga di kemudian hari,” jelasnya.

Dia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk operasi pasar dan program beras murah. Selain itu, pihaknya juga meminta dukungan masyarakat dan pemerintah di tingkat kecamatan untuk terus melaporkan kondisi lapangan agar kebijakan intervensi harga tepat sasaran.

“Bulan lalu kita telah menyalurkan sekitar 20 ton beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Insya Allah ke depan kami akan tetap berhati-hati dan berupaya menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan,” ungkapnya.

Menurutnya Pemkot Pontianak juga telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar dan program pangan murah. Upaya tersebut dilakukan agar harga kebutuhan pokok di Kota Pontianak tetap terkendali di bawah rata-rata nasional.

“Kami juga mengembangkan inovasi sistem peringatan dini atau early warning system untuk memantau harga secara real-time, sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan lebih cepat,” ungkapnya.(iza)

Editor : Hanif
#penjualan #stagnan #ayam potong #perayaan #pemkot pontianak #pasokan pangan #stabil