PONTIANAK POST - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Barat, Arif Joni Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya mendorong PLN untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kontinuitas layanan listrik di seluruh wilayah Kalbar.
Hal itu disampaikan usai rapat kerja Komisi IV bersama PLN baru-baru ini. Politisi PKS Kalbar ini menyebutkan fokus utama Komisi IV adalah memastikan tiga aspek utama layanan PLN tetap berjalan baik kepada masyarakat. Seperti kapasitas, kontinuitas, dan kualitas.
Ia menilai, sepanjang 2025, masyarakat lebih sering mengalami pemadaman dibanding pada 2024, sehingga perbaikan kontinuitas pasokan listrik harus menjadi prioritas.
“Pemadaman di 2025 ini lebih sering. Kontinuitasnya harus dijaga. PLN berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk proteksi sistem tenaga listrik dan pemeliharaan jaringan transmisi yang sering terganggu cuaca maupun kondisi alam,” ujarnya di ruang fraksi PKS–PPP–Hanura.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV juga menyoroti capaian program listrik desa. Arif mengatakan masih banyak desa yang diklaim hijau oleh PLN, padahal kenyataannya tidak semua dusun dalam desa tersebut sudah berlistrik.
"Menurut PLN, kalau desa sudah teraliri listrik, dianggap hijau. Padahal desa itu terdiri dari beberapa dusun. Ada dusun-dusun jauh yang belum tersentuh dan itu jumlahnya tak sedikit,” tegasnya.
Dia pun meminta PLN memperbaiki parameter dan memastikan status “hijau” berarti benar-benar 100 persen desa teraliri listrik.
Arif mengakui jumlah desa yang belum mendapatkan layanan listrik penuh masih lumayan banyak, terutama di wilayah luas dan perbatasan. Karena itu, koordinasi antara PLN Kalbar dan PLN Pusat harus diperkuat agar pembangunan infrastruktur kelistrikan bisa merata hingga pelosok.
Selain itu, dari raker tersebut Komisi IV juga turut menyoroti keluhan masyarakat terkait turunnya tegangan listrik di beberapa wilayah padat penduduk. Dia mencontohkan adanya jaringan yang ditarik terlalu panjang hingga melayani sekitar 60 rumah, sehingga tegangan listrik turun di bawah standar.
“Sampai di ujung itu tegangannya drop, ada yang hanya 185 volt. Normalnya 220. Ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Disisi lain, dia juga berharap menjelang periode libur panjang dan hari besar keagamaan seperti Natal, Tahun Baru, Ramadhan dan Idul Fitri yang berdekatan, Arif meminta PLN memastikan layanan tidak terganggu. Beban listrik yang meningkat pada momen tersebut harus diantisipasi melalui kesiapan jaringan dan pemeliharaan lebih optimal.
Arif menegaskan bahwa Komisi IV bersama pemerintah daerah akan terus mengawal pelayanan PLN agar mendukung target pertumbuhan ekonomi Kalbar. Ia menekankan bahwa pelayanan listrik yang stabil adalah kunci untuk peningkatan industri, UMKM, dan kesejahteraan warga.
"Kalimantan Barat wilayahnya luas, punya daerah perbatasan, jadi tingkat pelayanan PLN harus terus meningkat. Ini penting untuk mendukung target ekonomi dan memastikan listrik desa benar-benar tuntas,” tutupnya.(den)
Editor : Miftahul Khair