PONTIANAK POST - Gaia Bumi Raya City kembali menghadirkan festival kuliner bersama Jangkrik Kuliner. Bertajuk Pecinan Jakarta, festival kuliner ini tak hanya menyuguhkan aneka kuliner autentik masakan khas nusantara dan Asia. Pengunjung pun dapat menikmati jajanan viral.
Ratusan pengunjung memadati area Main Atrium di lantai dasar Gaia Bumi Raya City. Mereka tampak pindah dari satu tenant ke tenant lain, memilih dan menikmati suguhan aneka kuliner khas Pecinan Jakarta.
"Beli Gohyong Menteng. Per kotak isinya enam, bisa makan satu keluarga, dagingnya enak," ucap Reka (26), salah satu pengunjung festival, Jumat (21/11).
Gohyong adalah hidangan Tionghoa yang populer di Indonesia, terbuat dari daging giling yang dibumbui dengan rempah, dibungkus kulit tahu atau kulit lumpia, lalu dikukus dan digoreng hingga garing.
Tak hanya itu, Reka juga membeli jagung mozarela dan menikmati secangkir kopi. "Beli Raum Coffee, kopi yang dibikin oleh oppa Korea, kopi jagung rasanya enak," imbuhnya.
Oppa Korea yang dimaksud Reka adalah, Evan Lee, CEO dari Raum Coffee, yang turut hadir melayani para pembeli saat itu.
Beragam tenant kuliner meramaikan festival kuliner yang berlangsung mulai 21 hingga 30 November 2025 itu. Berbagai pilihan makanan khas nusantara dan Asia lainnya, termasuk jajanan-jananan viral turut berpartisipasi. Festival ini menghadirkan tenant spesial dari Raum Cream Cafe, Mamitoko dan Haidilao Hotpot. Selain tenant unggulan, pengunjung juga dapat menikmati 32 tenant sajian khas yang dibagi dalam dua kategori utama.
Festival ini hadir dengan tenant halal dan non halal. Pilihan makanan halal seperti The Nalo Brulee by Milop, Colourful Fresh Fruit, Ka Pun Cha, Seoulla Korean Streetfood, Apem Beras, The Nalo Brulee by Milop Gohyong Menteng since 1985, dan lainnya. Ada pula pilihan non halal seperti Kerupuk Babi Ajong, Siomay Babi Engkong, Baso Goreng Wong, Bapang Tgr 99, Guo Bao BaBipang 168 dan lain-lain.
“Festival ini selalu hadir membawa selebrasi kuliner dari berbagai daerah dan cita rasa. Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner dalam nuansa jajanan viral dalam mall. Harapannya semoga kita bisa selalu menyajikan cita rasa yang selalu baru untuk para pengunjung Gaia Bumi Raya City," ungkap Karina, Public Relations Gaia Bumi Raya City.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, turut hadir dan menikmati beberapa kuliner. Ia mengaku telah tiga kali menghadiri festival kuliner di Gaia Bumi Raya City.
“Kehadiran saya ini salah satu bentuk support untuk pelaku usaha, termasuk manajemen Gaia yang saya lihat dukungannya untuk pemerintah luar biasa,” katanya.
Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah wajib memberikan dukungan penuh agar pusat perbelanjaan dan pelaku usaha dapat terus berkembang. Menurutnya, apabila mall sehat dan mendapat profit, pendapatan asli daerah pun turut meningkat.
“Ada pajak restorannya, parkirnya, reklame, dan lainnya. Itu menjadi pendapatan daerah untuk membangun daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan kontribusi pajak.
Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini juga tengah menata kawasan sekitar Gaia Bumi Raya City sebagai calon landmark baru, termasuk rencana pembangunan pedestrian senilai Rp100 miliar yang akan diperjuangkan melalui Komisi V DPR dan Kementerian PUPR pada tahun mendatang.
Sujiwo mengapresiasi tema festival yang mengangkat makanan Pecinan Jakarta, dan berharap acara tersebut dapat menarik lebih banyak pengunjung dari Pontianak, Kubu Raya, dan daerah lain di Kalimantan Barat.
“Selamat untuk festival ini, mudah-mudahan menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang ke Mall Gaia,” ucapnya. (sti)
Editor : Hanif