PONTIANAK POST - Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Rasmidi, memastikan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 21 calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar telah selesai dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan dan pedoman Komisi Penyiaran Pusat.
Menurutnya, seluruh proses seleksi berjalan lancar dan kini memasuki tahap finalisasi penilaian internal. “Langkah selanjutnya kami akan menggelar rapat pleno untuk menyatukan hasil penilaian. Dari 21 calon tersebut, kami akan memilih tujuh nama terbaik,” ujar Rasmidi.
Tujuh calon terpilih nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Barat untuk diterbitkan surat keputusan (SK) dan kemudian dilantik sebagai komisioner KPID Kalbar periode berikutnya.
Rasmidi menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi memiliki kompetensi yang baik. Namun demikian, pihaknya tetap berkewajiban memilih yang paling memenuhi kriteria sesuai kebutuhan kelembagaan. “Semua bagus, tetapi kami harus menentukan yang paling terbaik,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa masa jabatan ketua dan komisioner KPID Kalbar saat ini telah berakhir, namun diperpanjang hingga pengurus baru dilantik. Perpanjangan tersebut tidak disertai batas waktu yang spesifik, sehingga DPRD menargetkan proses seleksi selesai tepat waktu.
“Insya Allah kami akan selesaikan karena waktunya hanya 100 hari sejak proses pemindahan administrasi. Harapan kami, tahun 2025 sudah dapat dilantik komisioner yang baru,” tegasnya.
Saat ini Komisi I masih menyelesaikan sejumlah agenda kedewanan, termasuk pembahasan dan pengesahan APBD. Setelah agenda tersebut tuntas, rapat pleno penentuan tujuh nama calon komisioner KPID akan segera digelar.
“APBD sudah disahkan hari ini, dan setelah itu kami memiliki jadwal untuk rapat pleno di komisi. Insya Allah Desember ini sudah selesai,” jelas Rasmidi.
DPRD Kalbar sendiri optimistis proses seleksi komisioner KPID dapat berjalan sesuai tenggat waktu dan menghasilkan pengurus baru yang mampu memperkuat sektor penyiaran di Kalimantan Barat. "Kami (Komisi 1) optimis semuanta tuntas," pungkas dia. (den)
Editor : Miftahul Khair