Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Seniman Indonesia Menghidupkan ‘Keajaiban Dunia’ di Melaka: Bangunan Tua 1917 yang Disulap Jadi Museum 3D

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 6 Desember 2025 | 11:13 WIB

 

 

KENANGAN : Secretary General WYF, Dato’ Norsabrina Mohd Noor (tengah), memberikan kenang-kenangan berupa lukisan karikatur kepada peserta famtrip saat berkunjung ke Galeri 3D ‘Keajaiban Dunia’ di Mela
KENANGAN : Secretary General WYF, Dato’ Norsabrina Mohd Noor (tengah), memberikan kenang-kenangan berupa lukisan karikatur kepada peserta famtrip saat berkunjung ke Galeri 3D ‘Keajaiban Dunia’ di Mela

Di pusat kota Melaka, Malaysia, terdapat gedung kolonial tahun 1917 yang dulunya terbengkalai, disulap menjadi museum 3D ‘Keajaiban Dunia’. Sebuah ruang ilusi optik yang ternyata menyimpan jejak tangan seniman Indonesia di balik dinding-dindingnya.

IDIL AQSA AKBARY, Melaka

Melaka selalu punya cara memadukan sejarah dengan wajah wisata modern. Di pusat kota, sebuah bangunan tua berumur lebih dari seabad kini berubah menjadi ruang penuh ilusi optik. Museum atau Galeri 3D ‘Keajaiban Dunia’, begitu namanya, menjadi salah satu destinasi unik yang dikunjungi rombongan famtrip bersama Konsulat Malaysia di Pontianak pada 25–27 November 2025 lalu.

Siapa sangka, sebagian dari karya yang memenuhi dinding bangunan berstatus kota warisan UNESCO itu, justru lahir dari tangan pelukis asal Indonesia. Lewat sentuhan seniman dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), bangunan kolonial yang terbengkalai itu disulap menjadi museum 3D yang hidup, bersih, dan terasa sangat kontemporer.

Galeri 3D ‘Keajaiban Dunia’ itu saat ini dikelola oleh World Youth Foundation (WYF). Secretary General WYF, Dato’ Norsabrina Mohd Noor, menceritakan bahwa bangunan itu dulunya merupakan gedung administrasi pada masa kolonial. Dibangun sekitar tahun 1917, kondisi gedung sempat memprihatinkan, kosong, lembab, bahkan sempat ditumbuhi pohon di bagian dalam. 

“Ketika kami ambil alih, bangunan ini sempat terbengkalai, dan tidak terawat,” ujarnya.

Status kawasan di wilayah tersebut sebagai cagar budaya UNESCO membuat proses pemulihan tidak bisa dilakukan sembarangan. Semua perbaikan harus melalui izin, mulai dari struktur hingga penyesuaian interior. 

Setelah proses persetujuan, ruang-ruang tua itu mulai dibersihkan, dipulihkan, lalu diberi fungsi baru sebagai galeri 3D. Barulah pada tahun 2024, WYF membawa dua orang pelukis dari Banjarmasin untuk menghidupkan dinding-dinding bangunan dengan karya ilusi optik.

Deretan karya 3D yang kini menjadi spot favorit pengunjung ada Koloseum, Piramida Mesir, Tembok Besar China, Taj Mahal, hingga ikon lokal Melaka River Cruise, yang dikerjakan oleh seniman Indonesia tersebut. Tekniknya membuat permukaan datar tampak seperti ruang tiga dimensi, sehingga pengunjung dapat berpose seolah berada di dalam adegan.

Begitu memasuki galeri, lukisan Koloseum menyambut di sisi kanan. Efek 3D-nya begitu kuat hingga seolah benar-benar berada di tempat aslinya. Selain itu, berbagai landmark dunia juga di lukis di sisi tembok yang lain, seakan-akan berada dalam satu ruang imajinasi yang sama.

Kehadiran karya Indonesia di pusat wisata Melaka ini menjadi cerita tersendiri. Tidak hanya memperlihatkan kualitas pelukis dalam negeri, tetapi juga menegaskan bahwa karya anak bangsa dapat tampil di ruang-ruang internasional yang memiliki standar konservasi ketat, termasuk di kawasan warisan dunia.

Kini, menurut Dato’ Norsabrina Mohd Noor, bangunan tua itu bukan hanya menjadi museum 3D, WYF juga memanfaatkannya sebagai ruang kegiatan pemuda, acara seni budaya, hingga pertemuan komunitas. Galeri itu pun terus dipertahankan sebagai destinasi inklusif, menghubungkan sejarah, kreativitas, dan aktivitas publik.

Di halaman luar museum, seorang seniman karikatur juga siap menggambar wajah pengunjung secara langsung. Suasana ini memberi sentuhan hidup, dan interaksi yang jarang ditemukan di museum konvensional.

Transformasi bangunan berusia lebih dari satu abad menjadi museum 3D ‘Keajaiban Dunia’, menunjukkan bagaimana warisan sejarah dapat diberi napas baru. Di balik semua itu, tersimpan jejak seniman Indonesia yang turut mewarnai wajah wisata Melaka. Dari dinding tua yang memudar, kini lahirlah ruang visual yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara, sebuah pertemuan antara masa lalu, kreativitas, dan kolaborasi lintas budaya yang apik.(*)

Editor : Hanif
#karya seniman indonesia #bangunan tua #3D #1917 #modern #museum #melaka #ilusi optik