PONTIANAK POST – Dari kalangan akademisi, muncul peringatan penting terkait keamanan sistem CCTV yang kini menjadi perbincangan hangat di Kota Pontianak.
Hasrul Rahman, pengajar dari Program Teknologi Informasi dan Data (PTID) IAIN Pontianak, menegaskan bahwa CCTV memang memiliki manfaat besar. Mulai dari pencegahan kejahatan, alat bukti objektif, hingga pemantauan kondisi kota secara real-time.
Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat tersebut akan runtuh apabila sistem keamanan yang mengelola jaringan CCTV tidak kuat.
“Banyak kasus terjadi karena password bawaan pabrik tidak diganti, software tidak diperbarui, atau terlalu banyak orang memiliki akses sehingga rawan bocor,” ujar Hasrul. Ia menegaskan, sistem yang lemah dapat diretas dan disalahgunakan untuk pelanggaran privasi bahkan tindak kriminal.
Menurutnya, transparansi lewat tayangan CCTV publik harus dijalankan secara bijak. Tidak semua titik layak disiarkan secara terbuka.
“Hanya lokasi yang benar-benar umum yang pantas dipublikasikan. Area sensitif harus dilindungi dan hanya boleh diakses petugas berwenang,” tegasnya.
Hasrul juga menyoroti risiko penggunaan platform terbuka seperti YouTube untuk menyiarkan CCTV secara live.
Pengaturan yang salah dapat membuka celah bagi peretas mengambil alih kamera, mengganggu siaran, hingga melumpuhkan sistem. Feed CCTV publik, jika dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab, juga berpotensi digunakan untuk mengintai seseorang, mempelajari pola kegiatan, memetakan titik lemah pengawasan, atau bahkan merencanakan kejahatan.
“Untuk kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, CCTV sangat efektif sebagai alat analisis setelah kejadian. Tapi efek pencegahannya sering terbatas dan hanya bersifat lokal,” jelasnya.
Di sisi lain, CCTV juga dapat mendukung sistem peringatan dini banjir. Kamera mampu memperlihatkan kenaikan muka air dan kondisi saluran secara langsung, sehingga memudahkan BPBD merespons cepat.
“Tapi CCTV bukan solusi banjir. Ia hanya instrumen dalam sistem manajemen bencana yang jauh lebih besar,” tambahnya.
Hasrul menilai polemik soal CCTV live membuka ruang diskusi lebih luas mengenai arah Smart City Pontianak.
Masyarakat memang mengapresiasi keterbukaan informasi, namun mereka juga menuntut pemerataan layanan, keamanan data yang lebih kuat, dan pemanfaatan data yang benar-benar strategis.
Baca Juga: CCTV Live di YouTube Ubah Wajah Pontianak: Macet, Aksi Nekat, sampai Kasus Kriminal Terbongkar
“Dengan kombinasi teknologi, kebijakan, dan tata kelola yang akuntabel, Pontianak punya peluang besar menuju kota pintar yang sesungguhnya,” pungkasnya.
“Smart City Jangan Cuma Slogan”: DPRD Kalbar Minta Evaluasi Total
Sementara itu, dari unsur legislatif, kritik tak kalah keras datang dari DPRD Kalimantan Barat. Anggota DPRD dapil Pontianak, Heri Mustamin, menilai bahwa implementasi Smart City di Pontianak belum berjalan optimal. Padahal secara geografis, Pontianak seharusnya berada di posisi unggul untuk mengembangkan ekosistem kota pintar.
“Deklarasi Smart City sudah dilakukan sejak pemerintahan sebelumnya, tapi hingga kini langkah nyatanya belum terlihat,” ujar Heri. Menurutnya, CCTV hanyalah salah satu elemen kecil.
Pemerintah masih perlu membenahi transportasi publik, drainase, ruang terbuka hijau, hingga infrastruktur wisata. Ia juga menyoroti banjir yang justru makin sering terjadi dan minimnya moda transportasi umum.
Heri mendorong agar roadmap Smart City disusun ulang secara komprehensif dengan melibatkan DPRD, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.
Senada, Ketua DPD Hanura Kalbar sekaligus anggota DPRD, Dian Eka Muchairi, menyebut pemasangan CCTV adalah langkah positif, namun tidak cukup untuk menyatakan Pontianak siap menjadi kota pintar.
Ia menekankan perlunya indikator kinerja yang jelas. Mulai dari penurunan angka kecelakaan, efektivitas penegakan hukum, hingga pemanfaatan data CCTV sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“CCTV jangan sampai hanya jadi pemandangan layar,” ujarnya. (iza/mrd/bar/den)
Peta Sebaran CCTV di Pontianak
- Jl. Pak Kasih arah Bundaran Pancasila
- Jl. Pak Kasih
- Jl. Komyos Sudarso
- Simpang 28 Oktober
- Simpang Tanjung Raya
- Simpang Garuda
- Simpang Pajak
- Jl. Komyos depan Pelabuhan
- Jl. Pak Kasih
- Jl. Komyos depan Pelabuhan
- Jl. Komyos Sudarso
- GRT 1 Sui. Jawi
- Simpang Parit Besar
- Parit Besar
- Tugu Digulis Ayani
- Simpang Tanjung Hulu
- Kota Baru depan SPBU Bundaran
- Simpang Garuda
- Jl. Imam Bonjol depan SPBU
- Simpang Patimura
- Tugu Digulis