PONTIANAK POST - Kondisi air pasang yang terjadi kembali memakan korban. Satu anak kembali meninggal dunia akibat tenggelam di sungai.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan, selain peningkatan kewaspadaan masyarakat, perlu kiranya di daerah tepian sungai dipasang alat ukur untuk melihat tinggi muka air.
“Kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di tepian sungai mesti ditingkatkan ketika musim air pasang sungai tinggi. Dari informasi BMKG, bahkan ketinggian pasang air bisa mencapai dua meter. Saat air pasang, masyarakat harus waspada, terutama dengan aktivitas anak-anaknya, saya minta selalu dipantau,” ujar Satarudin kepada Pontianak Post, Jumat (9/1).
Sebab ketika air pasang, arus makin kencang. Walaupun anak bisa berenang, dapat membahayakan jiwa anak-anak. Sebab ketika berenang saat air pasang, mereka harus melawan derasnya arus.
Ketika tenaga habis, bisa ikut hanyut dan terbawa arus bahkan kejadian tidak diinginkan yaitu tenggelam bisa saja terjadi. Ini sudah kali ke tiga kejadian anak tenggelam. Peristiwa ini harus menjadi perhatian bersama.
Dia melanjutkan, tingkat kewaspadaan ketika air pasang tinggi harus ditingkatkan oleh masyarakat tepian sungai. Dia juga menganjurkan kepada dinas terkait untuk memasang alat ukur buat melihat tinggi muka air. Alat ini bisa di pasang di tepian sungai.
Dengan begitu, ketika air pasang masyarakat dapat melihat alat penanda pasang muka air itu dan secara langsung dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap air pasang.
Soal pemasangan penanda pasang muka air ini, akan ditindaklanjutinya dan akan disampaikan kepada komisi terkait untuk melakukan koordinasi dengan dinas. Harapannya bisa di pasang dengan fokus daerah pinggiran sungai dan parit-parit besar.
Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak M Nasir mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kondisi air pasang sudah dilakukan bersama OPD dan camat.
“Intinya BPBD sejak tanggal 1 sampai 10 Januari akan memantau kondisi terutama di daerah pinggiran sungai. Nanti camat juga akan menyiapkan lokasi evakuasi apabila diperlukan penanganan evakuasi,” ujarnya.
Dia pun meminta agar semua OPD terkait memberi dukungan pada kecamatan baik personil dan peralatan. Sebab dari laporan BMKG, kondisi air pasang ini masih terjadi hingga beberapa hari ke depan. Ia berharap, selama pasang terjadi tidak disertai dengan hujan deras selama berjam-jam.
Karena banjir rob ini sifatnya sementara dan akan surut. Tetapi antisipasi harus dilakukan. Apalagi melihat kondisi saat ini terutama di daerah perhuluan terjadi terjadi banjir. Takutnya, air meluap dan sampai ke hilir sehingga meningkatkan muka air.(iza)
Editor : Hanif