Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

POGI Kalbar & AOFOG Gelar Workshop Ultrasound Outreach: Tingkatkan Kualitas Pemeriksaan Kehamilan, Tekan Angka Kematian Ibu

Hanif PP • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:07 WIB
Pengurus Pusat POGI, Ketua Komite Ultrasound AOFOG, dan Pengurus POGI Cabang Kalbar foto bersama peserta Workshop Ultrasound Outreach kerjasama POGI Kalbar dan AOFOG di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa
Pengurus Pusat POGI, Ketua Komite Ultrasound AOFOG, dan Pengurus POGI Cabang Kalbar foto bersama peserta Workshop Ultrasound Outreach kerjasama POGI Kalbar dan AOFOG di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa

PONTIANAK POST - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Barat bersama The Asia and Oceania Federation of Obstetrics and Gynaecology (AOFOG) menggelar Workshop Ultrasound Outreach di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak, Sabtu-Minggu, 17-18 Januari 2026. Workshop berskala internasional ini menghadirkan pemateri dari Malaysia, Dr Voon Hian Yan, Kepala Komite Ultrasound AOFOG. Serta, pemateri tingkat nasional dari Pokja USG POGI Pusat yang kemampuannya telah diakui secara internasional.

Ketua panitia workshop, dr Rina Nulianti SpOG Subsp FER menyampaikan, kegiatan diikuti 31 dokter obstetri dan ginekologi (Obgin) dari 14 kabupaten / kota se-Kalimantan Barat. “Ada 70 dokter Obgin di Kalbar. Mohon maaf, belum semua berkesempatan ikut kegiatan ini. Harapan kami, peserta dapat meneruskan ilmu yang didapat kepada rekan sejawat lain,” katanya.

Peserta tidak hanya menerima teori untuk me-refreshing ilmu dan mendapatkan informasi terbaru, tetapi juga langsung hands-on (praktek). Panitia telah berkoordinasi dengan pasien yang membantu hands-on. Pasien mendapatkan pemeriksaan ultrasound (USG) kehamilan tanpa perlu membayar. “Kami juga support transportasi, serta konsuling jika ditemukan masalah dari hasil pemeriksaan pasien,” ujar Bendahara POGI Cabang Kalbar ini.

Dr Voon Hian Yan memberikan hands-on terkait pengetahuan terbaru ultrasound.
Dr Voon Hian Yan memberikan hands-on terkait pengetahuan terbaru ultrasound.

Dr Voon Hian Yan menyatakan, workshop membantu meningkatkan kemampuan dokter Obgin. “Para spesialis Obgin dari seluruh Indonesia hadir di sini untuk saling sharing pengetahuan dan kemampuan terbaru. Tak sekedar saling berbagi, workshop juga akan mendorong peserta mencari tahu lebih jauh terkait materi yang disampaikan. Peserta bakal lebih banyak memperoleh pengetahuan baru untuk diterapkan dalam praktek mereka,” jelasnya.

Dalam sesi workshop, peserta diperlihatkan secara langsung pengambilan sudut-sudut berbeda dalam menjalankan USG. Para peserta juga mendapatkan pembelajaran secara privat. “Terkadang penerapannya terlihat mudah. Tetapi untuk melakukannya secara tepat, para dokter perlu mencoba sendiri untuk mendapatkan hasil yang baik,” katanya.

Ketua POGI Cabang Kalbar, Dr dr Tri Wahyudi SpOG Subsp Obsginsos menyampaikan, workshop membantu meningkatkan pengetahuan ultrasound dokter Obgin di Kalbar dari tingkat dasar ke tingkat yang lebih tinggi. Peningkatan tersebut turut mempertajam diagnosis kasus yang dihadapi pasien. Jangkauan pemeriksaan semakin banyak dan luas, sehingga hasilnya lebih terperinci.

Peserta mendapatkan paparan materi dari narasumber bertaraf internasional dan nasional dalam Workshop Ultrasound Outreach.
Peserta mendapatkan paparan materi dari narasumber bertaraf internasional dan nasional dalam Workshop Ultrasound Outreach.

“Kasus lebih cepat diketahui, penangannya bisa lebih cepat. Kita juga berusaha meningkatkan deteksi dini, prediksi, dan pencegahan terhadap kasus yang ditemukan, sehingga menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu hamil, melahirkan, dan janin,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Dr dr M Alamsyah Azis SpOG Subsp KFm Subsp TI(K) MKes menyampaikan, POGI pusat sangat mendukung workshop kolaborasi POGI Kalbar dengan AOFOG. Kegiatan tersebut tidak hanya kolaborasi internasional tingkat institusi, tetapi juga tingkat negara.

“AOFOG ini standar internasional. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kompetensi dokter SpOG di Kalbar, sehingga sejajar dengan SpOG di negara yang lebih maju. Workshop juga diharapkan meningkatkan etik dan menjaga profesionalisme, apalagi dalam pengabdian di tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan tersebut sejalan dengan Gerakan SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia). “Ini program pusat, harus dilaksanakan juga tim di daerah. Salah satunya workshop ultrasound dapat mempercepat prosesnya. Kita ingin kualitas kesehatan reproduksi perempuan di Kalimantan dan Jawa sama semua,” ujarnya.

Menurutnya, POGI turut andil dalam mendukung target pemerintah, mencapai angka kematian ibu di bawah 70 per 100 ribu kelahiran hidup. Saat ini masih pada angka 180 kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup. Lebih rendah jika dibandingkan 10-15 tahun lalu, sebesar 305 kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup. “Ini yang ingin kita capai di 2030, tinggal empat tahun lagi. Perlu gerakan bersama untuk mencapai target,” tambahnya.

Direktur Utama PT Anugerah Bunda Khatulistiwa, dr Syanural Lubis SpOG menyampaikan, workshop POGI Kalbar dan AOFOG memberikan standarisasi kemampuan bagi dokter SpOG. “Standar yang berlaku di Indonesia harus bersifat general internasional. Harapannya, kedepan, semua dokter SpOG di Kalbar terstandarisasi kemampuan USG-nya secara internasional,” katanya.

Melalui workshop ultrasound, sejawat dokter SpOG bakal lebih cepat mengenal kondisi ibu hamil, keselamatan ibu dan anak, infertilitas, dan bahaya kanker pada wanita. “Begitu luasnya pengetahuan ini dengan tujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil, guna menekan angka kematian ibu dan anak,” ujar Pembina POGI Cabang Kalbar ini.

Dalam kesempatan tersebut, dr Syanural Lubis SpOG turut menyampaikan terima kasih kepada AOFOG, POGI Pusat terutama Pokja USG, POGI Cabang Kalbar, RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak yang menjadi tempat pelaksanaan workshop, serta para sponsor.

Terpisah, ketua Pokja USG Pengurus Pusat POGI, Dr dr Fernandi Moegni SpOG Subsp Urogin RE menyampaikan, USG wajib sebagai deteksi dini penyakit kanker indung telur dan kanker rahim, agar penanganannya bisa lebih cepat dan tuntas. “Penerapan di Jakarta, Kalbar, maupun daerah lain sama,” ujarnya.

Selain itu, pasca melahirkan anak pertama biasanya ibu berisiko 35% mengalami kelemahan otot dasar panggul yang berakibat peranakan turun dan kencing keluar tidak dapat ditahan saat beraktivitas. “Pemeriksaan USG menjadi deteksi dini kelemahan otot dasar panggul agar dapat dilakukan penanganan penguatan sedini mungkin. Ini sebagai upaya menekan angka kesakitan ibu,” katanya. (ser)

Editor : Hanif
#Workshop #internasional #pogi #kalbar #pontianak #USG