Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Inflasi Kalbar Januari 2026 Capai 3,33%, Dipicu Kenaikan Tarif Listrik dan Harga Pangan

Novantar Ramses Negara • Kamis, 5 Februari 2026 | 10:33 WIB

 

Ilustrasi inflasi.
Ilustrasi inflasi.

PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat inflasi tahunan pada Januari 2026 sebesar 3,33 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) mencapai 109,09. Kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh melonjaknya tarif listrik serta sejumlah komoditas pangan strategis.

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muhammad Saichudin menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 13,85 persen, terutama dipengaruhi oleh tarif listrik yang memberikan andil inflasi sebesar 1,65 persen

“Tarif listrik masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi Kalimantan Barat pada Januari 2026. Selain itu, harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan juga memberikan kontribusi signifikan,” ujar Saichudin dalam rilis resmi BPS, Senin (2/2).

Selain kelompok perumahan, inflasi juga didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan 2,05 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,75 persen. Komoditas seperti beras, ikan kembung, ikan baung, ikan nila, telur ayam ras, serta sigaret kretek mesin tercatat sebagai penyumbang utama inflasi tahunan di kelompok ini

BPS juga mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi cukup tinggi sebesar 7,48 persen, yang sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, dengan andil inflasi mencapai 0,45 persen

Secara bulanan, Kalimantan Barat mengalami inflasi 0,27 persen, sementara inflasi tahun kalender juga tercatat 0,27 persen. Kenaikan harga bulanan terutama didorong oleh komoditas daging ayam ras, emas perhiasan, ikan nila, serta jeruk

Dari sisi wilayah, seluruh kabupaten/kota cakupan IHK di Kalimantan Barat mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Sintang mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,52 persen dengan IHK 109,05, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 2,74 persen dengan IHK 108,00

Saichudin menambahkan, dinamika harga di daerah perlu terus dicermati, terutama pada komoditas yang bergejolak dan memiliki pengaruh besar terhadap daya beli masyarakat. (mse)

Editor : Hanif
#kalimantan barat #Komoditas Pangan #inflasi #tarif listrik