PONTIANAK POST — Dewan Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Tionghoa (DPP MABT) Indonesia akan menggelar pelantikan kepengurusan pada Selasa besok pukul 15.30 WIB. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung di Hotel Novotel Pontianak dan akan dihadiri ratusan undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Ketua DPP MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, mengatakan undangan pelantikan telah disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus.
“Pengurus kita kurang lebih 200 orang. Selain itu, tokoh-tokoh di Kalimantan Barat juga kita undang, termasuk paguyuban-paguyuban, DAD, MABM, serta rekan-rekan yang mengurus adat dan budaya,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Kantor DPP MABT Indonesia, Parit Haji Husin II No.888, Senin(9/2).
Tanjung menegaskan, keberadaan MABT di Kalimantan Barat bukan hanya sebagai organisasi etnis, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun daerah bersama seluruh elemen masyarakat.
“Target kami menyampaikan kepada masyarakat Kalimantan Barat bahwa MABT siap bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh etnis untuk membangun adat budaya dan membesarkan Kalimantan Barat bersama-sama,” kata anggota DPRD Kalbar dari dapil Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu ini.
Dalam kesempatan tersebut, Tanjung juga mengungkapkan rencana pembangunan Rumah MABT di Kalimantan Barat.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Gubernur berencana menghibahkan sebidang tanah kepada MABT.
“Pak Gubernur menyampaikan akan memberikan hibah tanah kepada MABT, lokasinya di antara Rumah Adat Melayu dan Rumah Adat Dayak. Ini sangat menarik dan patut kita syukuri,” ungkapnya.
Menurut Tanjung, setelah proses hibah tanah selesai secara administrasi, pihaknya akan segera merealisasikan pembangunan gedung Rumah MABT sebagai pusat kegiatan adat dan budaya Tionghoa di Kalbar.
“Kami sebagai pengurus tentu berharap setelah tanah itu diserahkan lengkap secara administrasi, gedung ini bisa segera kami bangun,” tambahnya.
Pelantikan pengurus MABT Indonesia ini juga bertepatan dengan momentum perayaan Imlek.
Tanjung menyebut momen tersebut diharapkan menjadi simbol penguatan persatuan, toleransi, dan kebersamaan antar etnis di Kalimantan Barat.
"Kami berharap pelantikan ini menjadi awal penguatan peran organisasi dalam menjaga harmoni sosial dan melestarikan nilai-nilai budaya di Kalbar ini," pungkasnya.(den)
Editor : Hanif