Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kebakaran Hutan dan Lahan Masih Terjadi di Kalbar, Tim Gabungan Gencarkan Pemadaman

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:02 WIB

 

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel.

PONTIANAK POST - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar terus dilakukan secara terpadu oleh satuan tugas lintas sektor. Data di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat, operasi pemadaman masih berlangsung 7-8 Februari 2026 di sejumlah kabupaten/kota terdampak.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel menyampaikan bahwa kegiatan pemadaman melibatkan Satgas BPBD serta unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan pemadam kebakaran, hingga masyarakat setempat.

Satgas BPBD Kalbar sendiri disebutkan dia, melakukan operasi pemadaman di Kabupaten Kubu Raya, Minggu (8/2). Pemadaman dilakukan di Kecamatan Sungai Kakap, tepatnya di Parit To’om, Desa Punggur Kecil. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar empat hektare, dengan satu hektare telah berhasil dipadamkan. 

“Kondisi terakhir lokasi masih berasap dan ditinggalkan dalam pemantauan. Lahan yang terbakar merupakan hutan dan kebun milik masyarakat,” ungkapnya.

Secara kumulatif, dijelaskan Daniel, sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2026, luas lahan terbakar di Kubu Raya tercatat sekitar 55,2 hektare. “Dengan 25,1 hektare telah dilakukan pemadaman, dan pemblokiran,” katanya.

Sementara itu, di Kabupaten Kayong Utara, Satgas BPBD setempat melakukan pemadaman di Kecamatan Sukadana, tepatnya di kawasan Pantai Pulau Datok, Minggu (8/2). Luas lahan terbakar sekitar 0,904 hektare, dan seluruhnya telah dipadamkan. Namun, kondisi lahan masih berasap dengan fungsi kawasan berupa hutan.

Kemudian di Kabupaten Ketapang, pemadaman karhutla dilaksanakan di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Sabtu (7/2). Tim gabungan bersama TNI, Polri, MPA Sungai Besar, TPOM, dan masyarakat melakukan pemadaman untuk menahan perambatan api. Luas lahan terbakar diperkirakan 1,5 hektare, dengan sekitar 0,7 hektare berhasil dipadamkan. 

“Pemadaman belum sepenuhnya tuntas karena kondisi vegetasi yang sangat kering sehingga api mudah menyebar,” terangnya.

Adapun di Kabupaten Mempawah, operasi pemadaman dilakukan, Minggu (8/2) di Kecamatan Sungai Pinyuh, Desa Galang, dengan waktu operasi pukul 14.00 hingga 24.00 WIB. Kondisi lahan saat ditinggalkan masih terdapat api, sementara luas lahan terbakar, dan yang berhasil dipadamkan masih dalam proses perhitungan. 

Selain itu, Pusdalops BPBD Kalbar mencatat sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, wilayah terdampak karhutla tersebar di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, Mempawah, Sambas, Singkawang, Sanggau, Sintang, Melawi, serta beberapa titik di Kota Pontianak. “Data luas lahan terbakar, dan dipadamkan masih bersifat sementara, dan terus diperbarui seiring proses verifikasi lapangan,” terangnya.

Daniel menegaskan, upaya penanganan karhutla di Kalbar terus dilakukan secara reaktif, dan terpadu, dengan prioritas menghentikan perambatan api serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan, dan masyarakat. Masyarakat di sekitar wilayah rawan karhutla juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan jika menemukan titik api.(bar)

Editor : Hanif
#Penanggulangan #kalbar #bpbd #polri #karhutla #relawan #TNI #pemadaman