PONTIANAK POST — Suasana hangat terasa di Masjid Nurul Iman, Gang HA Gani, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, saat anak-anak bersalaman dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan istrinya, Yanieta Arbiastutie, usai melaksanakan Salat Tarawih berjemaah, Jumat (20/2) malam.
Satu per satu anak menyapa dan berbincang singkat dengan Edi. Ia menanyakan pengalaman mereka menjalani puasa yang telah memasuki hari ketiga Ramadan.
Momen tersebut menjadi sarana menyampaikan pesan motivasi agar anak-anak semakin semangat menjalankan ibadah di bulan suci.
Menurut Edi, Ramadan merupakan momentum terbaik bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan ibadah pada anak, terutama dalam menjalankan puasa dan Salat Tarawih di masjid.
Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter religius tidak hanya dilakukan di rumah atau sekolah, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan masjid.
“Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk melatih anak-anak berpuasa dan membiasakan mereka melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di masjid. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan contoh dan pendampingan agar anak-anak tumbuh dengan kecintaan terhadap ibadah,” ujarnya.
Ia mengajak para orang tua, khususnya umat Muslim di Kota Pontianak, menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan spiritual keluarga.
Kehadiran anak-anak di masjid, lanjutnya, bukan hanya sebagai bagian dari ibadah, tetapi juga sarana membangun kebersamaan, kedisiplinan, dan akhlak yang baik.
Edi menambahkan, pembiasaan ibadah sejak dini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan mental dan spiritual anak.
Suasana masjid yang ramah anak diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman sehingga mereka tidak merasa terbebani dalam menjalankan ibadah.
“Jika sejak kecil sudah terbiasa datang ke masjid, berpuasa, dan Tarawih bersama, insyaallah ketika dewasa hal itu akan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan mereka,” tuturnya.
Di tengah lantunan doa dan kebersamaan jamaah, kehadiran anak-anak yang antusias mengikuti rangkaian ibadah Ramadan menjadi gambaran optimisme akan tumbuhnya generasi religius.
Pemerintah Kota Pontianak berharap Ramadan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak dan beriman. (iza)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro