Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2577 di Pontianak Meriah, 49 Naga Menari di Jalan Gajah Mada

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 5 Maret 2026 | 12:08 WIB

 

PARADE NAGA BERSINAR: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memainkan replika bola api naga saat Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2577 di Jalan Gajah Mada, Pontianak, Selasa (3/3).
PARADE NAGA BERSINAR: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memainkan replika bola api naga saat Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2577 di Jalan Gajah Mada, Pontianak, Selasa (3/3).

PONTIANAK POST — Cahaya lampu warna-warni dari iring-iringan naga menari di tengah lautan manusia di sepanjang Jalan Gajah Mada, Selasa (3/3) malam. Sebanyak 49 kelompok naga berparade memeriahkan Cap Go Meh 2577 di Pontianak, menjadikan jalan protokol itu panggung besar perjumpaan budaya dan toleransi.

Masing-masing kelompok menampilkan naga dengan panjang bervariasi, dihiasi lampu berwarna-warni yang berkilau di bawah langit malam. Ribuan warga dari berbagai latar belakang memadati sisi jalan untuk menyaksikan langsung atraksi Parade Naga Bersinar yang menjadi salah satu ikon perayaan Cap Go Meh Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap event budaya tersebut. “Kita lihat sendiri, setiap digelarnya Parade Naga Bersinar, jalan ini selalu dipenuhi warga. Tidak hanya masyarakat Tionghoa, tetapi dari berbagai etnis semua berkumpul di sini,” ujarnya.

Menurut Edi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat. Ia menilai perayaan Cap Go Meh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk memperlihatkan bahwa Pontianak tumbuh dalam ruang toleransi yang nyata.

Terlebih, perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. “Ini menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkarya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Cap Go Meh juga menjadi magnet budaya yang menampilkan wajah keberagaman Pontianak di ruang publik. Seluruh rangkaian atraksi disesuaikan dengan prinsip saling menghormati antarumat beragama.

“Atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati, khususnya di bulan Ramadan. Kita memberi ruang bagi semua kegiatan yang berdampak pada ekonomi dan budaya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menilai antusiasme masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Ia melihat Parade Naga Bersinar dari tahun ke tahun semakin meriah dan berpotensi menjadi event wisata unggulan kota. “Hampir lima puluh naga berpartisipasi malam ini. Ini potensi besar yang harus terus kita kembangkan sebagai daya tarik wisata Pontianak,” sebutnya.

Menurut Satarudin, jika dikemas lebih profesional, perayaan Cap Go Meh dapat memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah. Tingginya jumlah pengunjung, termasuk dari luar kota dan mancanegara, turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Perputaran ekonomi meningkat, mulai dari sektor kuliner, perhotelan, hingga pelaku UMKM. Ini yang harus kita kelola dengan baik,” imbuhnya.

 

Libatkan 49 Kelompok Naga

Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Pontianak, Hendri Pangestu Lim, menjelaskan bahwa Parade Naga Bersinar tahun ini melibatkan ratusan orang penampil yang tergabung dalam 49 kelompok naga. Replika naga hadir dengan ukuran beragam. “Naga terpanjang mencapai 118 meter, sedangkan yang terpendek sekitar 20 meter. Semua merupakan hasil kreasi masyarakat,” terangnya.

Ia menyebut, puluhan naga tersebut berasal dari berbagai kelenteng dan perkumpulan di Kota Pontianak. Setiap kelompok menampilkan ciri khas masing-masing, mulai dari kombinasi warna lampu, gerakan atraktif para pemain, hingga iringan musik tabuh yang menambah semarak suasana malam.

 “Parade Naga Bersinar bukan hanya pertunjukan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya Tionghoa yang telah tumbuh bersama masyarakat Pontianak sejak lama,” jelasnya.

Hendri menambahkan, persiapan kegiatan dilakukan jauh hari dengan melibatkan pemerintah daerah dan aparat keamanan demi memastikan kelancaran acara. “Kami bersyukur kegiatan berjalan tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat luar biasa dan menjadi penyemangat untuk menghadirkan perayaan yang lebih baik ke depan,” ucapnya.

Wisatawan Terpukau

Sejumlah warga mengaku sengaja datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik. Rina (34), warga Pontianak Selatan, mengatakan ia rutin menonton Parade Naga Bersinar setiap tahun bersama keluarganya.

“Setiap tahun selalu ramai dan meriah. Anak-anak senang melihat naga yang menyala-nyala. Walaupun bertepatan dengan Ramadan, suasananya tetap tertib dan saling menghormati,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ardi (27), warga Sungai Raya Dalam. Menurutnya, keberagaman masyarakat yang menyatu dalam satu perayaan menjadi kekuatan utama Kota Khatulistiwa. “Kita semua berkumpul di sini untuk menyaksikan parade naga bersinar,” tutupnya.

Kesan serupa dirasakan Lisa (29), wisatawan asal Jakarta, yang untuk pertama kalinya menyaksikan Parade Naga Bersinar di Pontianak. Ia mengaku terkesan dengan kemeriahan sekaligus suasana tertib yang menyelimuti acara tersebut. “Ini pertama kali saya lihat parade naga sepanjang dan sebanyak ini. Lampunya indah sekali, gerakannya kompak, dan suasananya benar-benar meriah. Unik karena semua orang berkumpul tanpa melihat perbedaan, rasanya seperti pesta budaya besar di jalan,” ujarnya.

Menurut Lisa, perayaan Cap Go Meh di Pontianak memiliki nuansa yang berbeda dibanding daerah lain karena perpaduan antara budaya, toleransi, dan antusiasme masyarakat. “Saya datang sebagai tamu, tapi merasa seperti ikut menjadi bagian dari perayaan. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” tuturnya. (iza)

Editor : Hanif
#Pesta Budaya #Parade naga bersinar Pontianak #naga #cap go meh