PONTIANAK POST– Ratusan santri yatim dan penghafal Al-Qur’an memenuhi Aula Pendopo Gubernur Kalbar pada Sabtu (7/3/2026).
Senyum mereka merekah saat mengikuti Ifthar Akbar yang digelar Masjid Kapal Munzalan Indonesia bersama Baitul Maal Munzalan Indonesia.
Sebanyak 320 santri yatim dan penghafal Al-Qur’an dari berbagai pondok pesantren dan rumah yatim piatu hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi mereka, acara ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga momen penuh kebahagiaan dan perhatian.
Suasana hangat terasa sejak awal acara. Berbagai penampilan para santri, kisah inspiratif, hingga lantunan nasyid membuat kegiatan semakin meriah sekaligus menyentuh hati.
Kepala Bagian Program Baitul Maal Munzalan Indonesia, M. Zakwan Ansori, mengatakan Ifthar Akbar merupakan bagian dari gerakan 3M, yakni melayani, memuliakan, dan membahagiakan santri yatim serta para penghafal Al-Qur’an.
“Kegiatan ini kami hadirkan untuk memberi kebahagiaan sekaligus motivasi kepada para santri agar semakin semangat dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurut Zakwan, kegiatan tersebut juga menjadi jembatan antara para donatur dengan penerima manfaat.
Para donatur yang rutin berinfak setiap bulan dapat bertemu langsung dengan para santri yang mereka bantu.
“Melalui kegiatan ini kami mempertemukan orang tua asuh atau donatur dengan para penerima. Ini menjadi jembatan amal saleh yang menghadirkan kedekatan secara langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, Ifthar Akbar merupakan agenda rutin tahunan dalam program Kampung Ramadan Masjid Kapal Munzalan. Kegiatan serupa juga digelar di sejumlah kota di Indonesia.
“Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan semangat para donatur untuk terus berbagi kebaikan. Dengan bertemu langsung, mereka bisa melihat kebahagiaan para santri yatim dan penghafal Al-Qur’an,” katanya.
Direktur LAZ Baitul Maal Munzalan Indonesia, Adam Pratama, menyebut Ifthar Akbar merupakan kelanjutan dari program Gerakan Infak Beras yang dijalankan dalam program KRM Kampung Ramadan Munzalan.
Menurutnya, kegiatan kepedulian seperti ini tidak hanya penting dilakukan saat Ramadan, tetapi juga perlu dijaga keberlanjutannya sepanjang tahun.
“Di luar sana masih banyak yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Karena itu kami mengajak para donatur untuk terus berkontribusi dalam melayani, memuliakan, dan membahagiakan anak yatim serta penghafal Al-Qur’an,” pungkasnya. (mrd)