Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Titik Panas Meningkat, Kemenhut Intensifkan Patroli Karhutla di Kalbar

Hanif PP • Senin, 9 Maret 2026 | 11:03 WIB

 

KARHUTLA: Seorang relawan sedang kelelahan memadamkan api dalam Karhutla di Kabupaten Mempawah belum lama ini.
KARHUTLA: Seorang relawan sedang kelelahan memadamkan api dalam Karhutla di Kabupaten Mempawah belum lama ini.

PONTIANAK POST - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul di sejumlah wilayah di tengah dominasi bencana hidrometeorologi basah yang masih terjadi di berbagai daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (7/3), mengatakan ancaman karhutla mulai terpantau di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Hal tersebut lantaran penurunan curah hujan yang mulai terjadi.

BNPB karena itu terus memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai tingkatan untuk memastikan percepatan penanganan darurat serta menjaga akurasi pendataan dampak kejadian di lapangan.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya langkah pencegahan dini melalui pengawasan terhadap titik panas dan peningkatan kesiapsiagaan aparat di daerah rawan kebakaran. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan tujuan apa pun serta segera melaporkan kemunculan titik api sekecil apa pun kepada otoritas setempat guna mencegah terjadinya bencana asap yang lebih luas.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat terus dilakukan, termasuk pemadaman intensif di Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan Kemenhut Sahat Irawan Manik dalam pernyataan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (6/3), menjelaskan bahwa Kalbar, khususnya Kabupaten Kubu Raya, saat ini menjadi daerah rawan karhutla seiring meningkatnya jumlah titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau.

“Upaya pemadaman dilakukan mulai pagi hingga malam hari. Hal ini untuk mempercepat penanganan, khususnya di lokasi karhutla yang dekat dengan permukiman,” kata Sahat.

Ia mengatakan karhutla di Kabupaten Kubu Raya terjadi sejak 28 Februari 2026 hingga Jumat (6/3). Meski sedang menjalankan ibadah puasa, anggota Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak secara intensif memadamkan karhutla di lima titik yang tersebar di tiga wilayah, yaitu Desa Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum, dan Desa Limbung.

Dua lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, kini telah memasuki tahap pendinginan dan mopping up untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Tahapan mopping up ini juga menandakan situasi karhutla telah terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam.

Lebih lanjut, Sahat menyatakan bahwa untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla, tim Manggala Agni secara intensif melaksanakan patroli pencegahan di wilayah Kalimantan Barat.

“Patroli ini bertujuan mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan harian titik panas (hotspot) 2026, Kabupaten Kubu Raya mengalami peningkatan jumlah dan sebaran titik panas. Selain itu, hasil pengamatan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran. (ant)

Editor : Hanif
#titik panas #bnpb #kalbar #kemenhut #karhutla #patroli #kubu raya #pemadaman