PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan meninjau Pelabuhan Perikanan Sukabangun di Desa Sukabangun Dalam, Kabupaten Ketapang, Sabtu (7/3). Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur serta potensi pengembangan pelabuhan yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalbar.
Dalam kegiatan itu, Krisantus didampingi Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Kalbar.
Krisantus mengatakan kunjungannya bertujuan memastikan potensi pelabuhan dapat dikelola secara optimal guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan.
“Hari ini saya meninjau Pelabuhan Perikanan Sukabangun yang merupakan aset milik Pemprov Kalbar. Kita melihat sebenarnya banyak potensi yang dapat dikembangkan jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Namun demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah kekurangan dari sisi sarana dan prasarana yang perlu dibenahi agar pelabuhan dapat berfungsi lebih optimal.
“Saya melihat masih ada beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi. Ke depan tentu perlu direncanakan pembangunan yang lebih baik agar pelabuhan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Menurutnya, kelengkapan fasilitas sangat penting agar aktivitas di pelabuhan dapat berjalan lebih baik, baik bagi pegawai maupun pelaku usaha perikanan yang memanfaatkan kawasan tersebut.
“Kalau sarana dan prasarananya lengkap, tentu para pekerja bisa bekerja lebih maksimal dan pelayanan kepada nelayan juga akan lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menilai kondisi fasilitas yang belum memadai dapat mempengaruhi minat pelaku usaha untuk beraktivitas di kawasan pelabuhan, termasuk bagi masyarakat yang ingin membuka usaha di sekitar area tersebut.
“Kalau fasilitasnya kurang memadai, minat masyarakat untuk menyewa kios atau menambah usaha di sini juga akan berkurang. Begitu juga dengan kapal yang masuk ke pelabuhan,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov Kalbar akan merencanakan peningkatan fasilitas pelabuhan secara bertahap agar aktivitas perikanan di kawasan tersebut dapat berkembang.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pembangunan kanopi di area pelabuhan untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan nelayan.
“Kita berharap ke depan pelabuhan ini bisa lebih baik. Misalnya dengan pembangunan kanopi untuk menjaga mutu ikan, sehingga kualitas hasil tangkapan nelayan tetap terjaga,” katanya.
Krisantus menegaskan kebutuhan sarana dan prasarana tersebut akan menjadi perhatian pemerintah provinsi untuk direncanakan dalam penganggaran ke depan.
“Nanti akan kita rencanakan dalam penganggaran agar fasilitas di pelabuhan ini bisa lebih lengkap dan memberi manfaat bagi masyarakat, terutama para nelayan,” tutupnya. (mse/r)
Editor : Hanif