Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kapolda Kalbar Ultimatum Penimbun BBM Menjelang Lebaran, Polisi Diperintahkan Tangkap Langsung

Idil Aqsa Akbary • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:30 WIB

 

WAWANCARA: Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto memberikan keterangan kepada wartawan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2026 di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Kamis (12/3).
WAWANCARA: Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto memberikan keterangan kepada wartawan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2026 di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Kamis (12/3).

PONTIANAK POST – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengeluarkan ultimatum keras kepada oknum yang mencoba menimbun bahan bakar minyak (BBM) menjelang Lebaran. Polisi menegaskan tidak akan ragu menindak tegas pelaku jika praktik tersebut ditemukan di lapangan.

“Apabila ada yang melakukan penimbunan, lakukan penegakan hukum. Tidak perlu patroli lagi, tangkap saja,” tegas Pipit usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2026 di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Kamis (12/3) sore.

Pipit mengatakan, pihaknya akan memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk berkoordinasi dengan PT Pertamina guna memastikan distribusi BBM tetap aman selama Ramadan hingga Idulfitri.

Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan Kapolri, ketersediaan BBM secara nasional saat ini dalam kondisi cukup. Karena itu, masyarakat Kalbar diminta tidak panik atau melakukan pembelian secara berlebihan.

“Seperti yang disampaikan dalam amanat Bapak Kapolri, sementara ini ketersediaan BBM kita cukup. Artinya masyarakat Kalbar tidak perlu panik,” ujarnya.

Kapolda juga mengingatkan agar tidak terjadi panic buying yang justru berpotensi memicu kelangkaan di lapangan. Untuk itu, jajaran kepolisian diminta melarang pembelian BBM dalam jumlah besar yang dinilai tidak wajar.

“Tidak ada panic buying. Saya perintahkan jajaran untuk melarang siapa pun membeli dalam jumlah besar dan tidak normal. Harus ada larangan dan tindakan tegas,” katanya.

Selain itu, Pipit juga memberikan peringatan kepada kelompok tertentu yang selama ini diduga kerap menimbun BBM agar tidak mengulangi praktik tersebut, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Saya mengimbau kelompok oknum atau pihak tertentu yang biasa menimbun BBM, jangan sampai saudara-saudara di hari raya Idulfitri justru harus mendekam di penjara,” ujarnya.

Menurutnya, distribusi BBM harus berjalan normal agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, terutama saat kebutuhan meningkat menjelang Lebaran. Dalam kesempatan yang sama, Pipit juga menjelaskan bahwa Polda Kalbar bersama TNI dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) resmi memulai pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Operasi ini merupakan bagian dari operasi terpusat pengamanan Lebaran yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Kalimantan Barat, operasi difokuskan pada pengamanan sekaligus pelayanan kepada masyarakat selama akhir Ramadan, arus mudik, hingga arus balik Idulfitri.

“Ini bukan hanya sekadar pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan akhir Ramadan, mudik, perayaan Lebaran, hingga pelaksanaan ibadah Idulfitri,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, Polda Kalbar menurunkan sekitar 705 personel kepolisian. Sementara 1.544 personel lainnya berasal dari TNI, instansi pemerintah, serta berbagai stakeholder yang turut terlibat dalam pengamanan. (bar)

Editor : Hanif
#Pengamanan #penimbun BBM #penangkapan #Personel Gabungan #kapolda kalbar