PONTIANAK POST – Komunitas Kepedulian Saling Bantu (KESATU) Kalimantan Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama pada Sabtu (14/3) di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak. Kegiatan ini mengusung tema “Menjadikan momen bulan suci Ramadan sebagai ikhtiar dan kekuatan untuk meringankan langkah pejuang kanker dan pendamping".
Acara tersebut dihadiri oleh para pejuang kanker, keluarga pendamping, tenaga medis, serta relawan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang memberikan motivasi dan penguatan spiritual bagi para peserta.
Ketua Umum KESATU Kalbar, Yanieta Arbiastutie, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan dukungan moral kepada para pejuang kanker serta keluarga yang mendampingi mereka.
Menurutnya, bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat rasa empati, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang tengah berjuang melawan penyakit.
Baca Juga: Kesatu Kalbar Hadiri Ceramah Kesehatan, Hj Erlina: Ibu Adalah Menteri Kesehatan di Rumah Tangga
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan penguatan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang empati dan kebersamaan. Teman-teman kita yang sedang berjuang melawan kanker membutuhkan dukungan dan doa dari kita semua,” ujarnya.
Yanieta berharap seluruh pengurus dan relawan KESATU di tingkat kabupaten dan kota tetap semangat dalam memberikan pendampingan kepada para pasien kanker.
Ia menegaskan bahwa para pejuang kanker tidak sendiri dalam menghadapi penyakit yang diderita.
“Kami ingin mengingatkan bahwa teman-teman yang sedang berjuang melawan kanker tidak sendiri. Ada banyak tangan yang siap membantu dan mendampingi mereka. Semoga dengan doa dan ikhtiar bersama, Allah SWT memberikan kesembuhan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat yang menjalankan.
Baca Juga: Kesatu Kalimantan Barat Bersinergi Dukung Pejuang Kanker
Kegiatan buka puasa bersama ini turut dihadiri sejumlah dokter yang selama ini mendampingi para pejuang kanker. Kehadiran tenaga medis tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan bagi para pasien dan keluarga.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustazah Sri Rahayu. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dalam hidup, baik berupa sakit, kehilangan orang yang dicintai, maupun berbagai cobaan lainnya.
Menurutnya, ujian tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan.
“Setiap manusia pasti mendapatkan ujian. Ada yang diuji dengan sakit, ada yang diuji dengan kehilangan orang yang kita sayangi. Semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus kita jalani dengan sabar,” tuturnya.
Ustazah Sri Rahayu juga membagikan kisah pribadinya saat berjuang melawan penyakit kanker. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah divonis menderita kanker stadium empat.
Namun dengan tekad, doa, serta dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya, ia mampu melewati masa sulit tersebut.
Pengalaman tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa harapan untuk sembuh selalu ada selama seseorang terus berikhtiar dan berserah diri kepada Tuhan.
“Saya pernah divonis kanker stadium empat. Saat itu tentu sangat berat, tetapi saya percaya bahwa Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya,” ujarnya.
Baca Juga: Berbagi Berkah, Komunitas Kesatu Kalbar Berbagi Takjil
Ia pun mengajak para pejuang kanker yang hadir untuk tetap semangat menjalani pengobatan dan tidak kehilangan harapan.
“Teruslah berjuang, tetap berikhtiar dan berdoa. Insyaallah selalu ada jalan dan pertolongan dari Allah SWT,” pesannya.
Kegiatan buka puasa bersama ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Para peserta tampak saling berbagi cerita, pengalaman, serta memberikan dukungan satu sama lain. (wan)
Editor : Miftahul Khair