Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkot Pontianak Tekankan Pentingnya Literasi Digital untuk Perkuat Layanan Publik Berbasis Data

Hanif • Jumat, 17 April 2026 | 10:56 WIB
Ilustrasi Digital Wellness.
Ilustrasi Digital Wellness.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak sedang menguji denyut ekosistem digitalnya langsung dari suara publik, mulai dari akademisi hingga masyarakat umum, untuk memastikan layanan berbasis data benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Penguatan literasi digital, khususnya di kalangan generasi muda, menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.

Kepala Diskominfo Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menegaskan bahwa masukan yang terkumpul akan menjadi dasar evaluasi konkret, bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya terkoneksi, tetapi juga cakap dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Di saat yang sama, Diskominfo menegaskan pergeseran peran, dari sekadar penyedia infrastruktur menjadi pengelola ekosistem digital berbasis data. Integrasi data, kualitas informasi, hingga akurasi kebijakan menjadi fokus utama, seiring upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan terukur.

Forum ini mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga media, dalam satu ruang dialog terbuka. Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi transformasi digital yang berkelanjutan di Kota Pontianak.

Syamsul Akbar mengapresiasi keterlibatan aktif para peserta yang dinilai memberikan perspektif beragam dan konstruktif. Ia menyebut, forum semacam ini menjadi instrumen penting dalam menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi celah perbaikan layanan publik berbasis digital.

Diskominfo memposisikan diri sebagai regulator, koordinator, fasilitator, hingga walidata yang menjamin keterpaduan data antar perangkat daerah. Peran tersebut juga diperluas sebagai enabler dan orkestrator untuk menyelaraskan seluruh elemen dalam ekosistem digital kota.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Pontianak 2025–2029 yang menitikberatkan pada kemajuan berbasis teknologi informasi. Transformasi digital, menurut Akbar, tidak bisa berdiri sendiri tanpa tata kelola kolaboratif dan pelayanan publik yang adaptif terhadap dinamika masyarakat.

Sejumlah capaian turut dipaparkan sebagai bentuk transparansi kinerja. Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada 2025 mencatat indeks 3,73 dengan kategori sangat baik. Selain itu, Diskominfo juga mengelola data center yang menampung 167 aplikasi dan situs pemerintah daerah, serta menyediakan akses internet di berbagai ruang publik.

Di sektor data, lebih dari 3.000 dataset telah dihimpun dalam portal Satu Data, dengan 2.692 di antaranya merupakan data statistik sektoral pada 2025. Indeks Satu Data Indonesia Kota Pontianak berada di angka 71,58 dengan kategori baik.

Sementara itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan digital juga menunjukkan hasil positif. Survei periode 1 Juli hingga 30 November 2025 mencatat indeks 97,838 dengan kategori sangat baik, indikasi bahwa transformasi digital mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.

Diskominfo berharap sinergi lintas sektor terus terjaga. Sebab, di era digital, kualitas layanan publik tak lagi hanya ditentukan teknologi, tetapi juga seberapa kuat kolaborasi yang dibangun di atasnya.(iza)

Editor : Hanif
#generasi muda #diskominfo #Layanan Publik #pemkot pontianak #Literasi Digital